Bau badan bisa jadi lebih dari sekadar pengingat bahwa kamu lupa menggunakan deodoran. Menurut Alan Hirsch MD dari Neurological Director of the Smell & Taste Research and Treatment Foundation di Chicago, peneliti telah sejak lama mengetahui bahwa beberapa jenis penyakit termasuk kanker, sklerosis, hingga parkinson memberi aroma tersendiri.
Yehuda Zeiri PhD dari Ben-Gurion University's Kiryat Bergman Campus di Israel juga menjelaskan bahwa penyakit memengaruhi kinerja tubuh. Menurut insinyur biomedis tersebut, saat penyakit mulai mengarah pada proses biokimia tubuh inilah yang juga dapat berdampak produksi molekul volatil kecil. Molekul ini pun dapat diangkut oleh darah dan dilepaskan melalui napas, urine, dan keringat.
Nah, dari penjelasan ini pun cukup jelas bukan, bahwa beberapa penyakit seperti berikut juga dapat dideteksi dari bau yang dihasilkan dari tubuh?