Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Banyak Orang Diare saat Mudik?
ilustrasi diare (freepik.com/gpointstudio)
  • Diare saat mudik sering disebabkan oleh infeksi dari makanan atau air yang terkontaminasi.

  • Perubahan pola makan, stres, dan kelelahan turut memengaruhi sistem pencernaan.

  • Kebersihan makanan dan hidrasi menjadi faktor penting dalam pencegahan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Perjalanan jauh seperti mudik kadang memunculkan keluhan kesehatan, salah satunya gangguan pencernaan seperti diare. Tentu saja diare tidak hanya mengganggu kenyamanan perjalanan, tetapi juga bisa menyebabkan dehidrasi jika tidak ditangani dengan cepat.

Dalam konteks medis, diare saat perjalanan sering dikaitkan dengan traveler’s diarrhea, yaitu gangguan pencernaan yang terjadi akibat paparan mikroorganisme baru atau perubahan kebiasaan makan.

Agar lebih paham, terus baca untuk tahu beberapa alasan kenapa perjalanan jauh seperti mudik dapat memicu diare bagi beberapa orang.

1. Kontaminasi makanan dan air

Penyebab diare saat mudik yang paling umum adalah konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.

Diare sering disebabkan oleh patogen seperti Escherichia coli, Salmonella, dan Norovirus yang ditularkan melalui makanan atau air yang tidak higienis.

Saat mudik, banyak orang makan di tempat singgah atau membeli makanan cepat saji, dan ini meningkatkan risiko diare.

2. Perubahan pola makan secara mendadak

ilustrasi street food (vecteezy.com/Kanchana Khanphet)

Selama perjalanan, jenis makanan yang dikonsumsi sering berubah drastis, seperti lebih banyak makanan berminyak, makanan pedas atau tinggi gula, sementara di sisi lain jadwal makan tidak teratur.

Nah, perubahan pola makan diketahui dapat mengganggu keseimbangan sistem pencernaan dan memicu diare.

Usus membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan jenis makanan baru.

3. Kebersihan tangan yang tidak optimal

Akses terhadap air bersih dan fasilitas cuci tangan tidak selalu ideal saat perjalanan. Penelitian menunjukkan bahwa kebersihan tangan yang buruk merupakan faktor utama penyebaran penyakit diare.

Tanpa disadari, tangan bisa menjadi media perpindahan kuman ke makanan yang kamu konsumsi.

4. Stres dan kelelahan

Tidak jarang mudik memicu stres fisik dan mental. Stres dapat memengaruhi fungsi saluran cerna dan mempercepat pergerakan usus, yang berujung pada diare.

Kelelahan juga melemahkan sistem imun, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.

5. Dehidrasi dan ketidakseimbangan cairan

Kurang minum selama perjalanan dapat memperburuk kondisi pencernaan. Dehidrasi tidak hanya menjadi akibat diare, tetapi juga dapat memperparah gangguan fungsi usus.

Menurut penelitian, hidrasi yang buruk dapat memengaruhi keseimbangan sistem tubuh, termasuk sistem pencernaan.

6. Paparan lingkungan baru

ilustrasi suasana mudik (pexels.com/Denniz Futalan)

Mudik sering kali melibatkan perpindahan ke daerah dengan kondisi sanitasi atau mikroorganisme yang berbeda.

Tubuh yang tidak terbiasa dengan “lingkungan mikrobiologis” baru ini dapat bereaksi dengan gangguan pencernaan.

Cara mencegah diare saat melakukan perjalanan jauh

Langkah pencegahan yang direkomendasikan di antaranya:

  • Pilih makanan yang matang sempurna.

  • Hindari air yang tidak terjamin kebersihannya.

  • Cuci tangan sebelum makan.

  • Jaga hidrasi selama perjalanan.

  • Istirahat cukup.

Diare saat mudik atau saat melakukan perjalanan jauh umum terjadi, dan biasanya terjadi karena berbagai faktor yang berkaitan. Dengan memahaminya, diharapkan kamu jadi lebih siap dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang dibutuhkan.

Referensi

Thomas Clasen et al., “Effectiveness of a Rural Sanitation Programme on Diarrhoea, Soil-transmitted Helminth Infection, and Child Malnutrition in Odisha, India: A Cluster-randomised Trial,” The Lancet Global Health 2, no. 11 (October 9, 2014): e645–53, https://doi.org/10.1016/s2214-109x(14)70307-9.

Mayo Clinic. “Stress and digestive system.” Diakses Maret 2026.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. “Diarrhea.” Diakses Maret 2026.

Barry M Popkin, Kristen E D’Anci, and Irwin H Rosenberg, “Water, Hydration, and Health,” Nutrition Reviews 68, no. 8 (July 20, 2010): 439–58, https://doi.org/10.1111/j.1753-4887.2010.00304.x.

World Health Organization. “Diarrhoeal disease.” Diakses Maret 2026.

Editorial Team