Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Banyak orang membayangkan serangan jantung sebagai nyeri dada hebat yang membuat seseorang tiba-tiba jatuh. Gambaran ini memang sering terjadi, tetapi tidak selalu sama pada setiap orang.
Dalam praktik klinis, dokter menemukan bahwa gejala penyakit jantung dapat berbeda antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan ini bisa memengaruhi seberapa cepat seseorang menyadari kondisi berbahaya tersebut dan mencari pertolongan medis.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perempuan lebih sering mengalami gejala yang tidak khas. Akibatnya, keluhan sering disalahartikan sebagai masalah pencernaan, kelelahan biasa, atau stres. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa diagnosis penyakit jantung pada perempuan sering kali terlambat.
