ilustrasi diabetes (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Persiapan puasa juga mencakup pemahaman terhadap tanda-tanda bahaya yang sering muncul pada diabetes tipe 2. Gejala seperti gemetar, keringat dingin, jantung berdebar, atau pandangan kabur sering diabaikan karena dianggap lelah biasa. Padahal gejala tersebut bisa menjadi tanda hipoglikemia yang memerlukan tindakan segera.
Mengenali tanda bahaya sejak awal membantu mencegah komplikasi yang lebih serius. Jika gejala muncul, berbuka puasa bukan pilihan yang salah karena keselamatan tubuh tetap menjadi prioritas. Sikap ini penting agar puasa tidak dijalani dengan paksaan yang justru merugikan kesehatan.
Persiapan puasa pada diabetes tipe 2 menuntut perhatian lebih dari sekadar mengubah menu makan. Adaptasi metabolisme, penyesuaian obat, serta pemantauan gula darah menjadi kunci agar puasa tetap aman dijalani. Dengan persiapan puasa yang tepat, ibadah dapat berlangsung tanpa mengorbankan kesehatan.
Referensi
"Fasting Tips for Diabetes Patients". RSJMM. Diakses pada Februari 2026.
"Fasting and feasting safely with type 2 diabetes in the month of Ramadan". Journal of Diabetes Noursing. Diakses pada Februari 2026.
"Fasting Safely with Diabetes". National Institue of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Diakses pada Februari 2026.