Selain mengenali perubahan tubuh sendiri, usia 40-an menjadi titik penting untuk membicarakan skrining kanker payudara.
Rekomendasi umumnya adalah mamografi setiap dua tahun untuk perempuan usia 40–74 tahun dengan risiko rata-rata.
Skrining rutin ditujukan untuk orang yang tidak memiliki keluhan. Jika sudah menemukan benjolan atau perubahan yang mencurigakan, jangan menunggu jadwal mamografi berikutnya untuk berkonsultasi dengan dokter.
Payudara memang berubah seiring usia. Menjadi lebih lunak, kurang kencang, sesekali nyeri, atau mengalami perubahan fibrokistik dapat menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Yang tidak sebaiknya dinormalisasi adalah perubahan baru yang menetap atau terlihat jelas berbeda dari kondisi payudara biasanya.
Referensi
Junqiang Lin et al., “Changes in the Mammary Gland during Aging and Its Links with Breast Diseases,” Acta Biochimica et Biophysica Sinica 55, no. 6 (2023): 1001–1019, doi:10.3724/abbs.2023073.
Janet R. Guthrie et al., “Mammographic Densities during the Menopausal Transition: A Longitudinal Study of Australian-Born Women,” Menopause 14, no. 2 (2007): 208–215, doi:10.1097/01.gme.0000232278.82218.1f.
National Cancer Institute, “Benign and Precancerous Breast Lumps and Conditions,” diakses Agustus 2026.
American College of Obstetricians and Gynecologists, “Dense Breasts,” diakses Agustus 2026.
U.S. Preventive Services Task Force, “Breast Cancer: Screening,” diakses Agustus 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Kanker Payudara,” diakses Agustus 2026.