Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang perempuan bercermin.
ilustrasi bercermin (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Intinya sih...

  • Cara paling efektif memperlambat penuaan adalah melalui gaya hidup sehat, bukan sekadar suplemen atau ramuan ajaib.

  • Nutrisi, tidur, olahraga, dan pola makan memiliki bukti kuat terkait penuaan yang lebih lambat dan kesehatan jangka panjang.

  • Perubahan gaya hidup nyata dapat berdampak pada usia biologis, bukan hanya angka tahun yang tertera di KTP.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Penuaan adalah bagian tak terelakkan dari kehidupan. Di sisi lain, perkataan "menolak tua" pun bukan cuma lelucon, karena seiring perkembangan ilmu pengetahuan memperlambat proses penuaan biologis, menjaga fungsi tubuh, dan memperpanjang masa sehat sebelum keluhan kronis datang itu sangat mungkin.

Sejumlah riset terbaru menunjukkan bahwa penuaan merupakan proses yang kompleks melibatkan kerusakan sel, perubahan genetik, dan respons terhadap gaya hidup. Proses molekuler penuaan, seperti kerusakan DNA, disfungsi mitokondria, dan peradangan merupakan aspek-aspek yang bisa dimodulasi oleh pilihan hidup kamu.

Berikut ini tips anti-aging yang realistis dan efektif, dari mulai pola makan hingga gaya hidup agar kamu bisa menua lebih sehat dimulai tahun ini.

1. Perbaiki pola makan: fokus ke pola makan antiinflamasi dan nutrisi lengkap

Sebuah riset menunjukkan bahwa pola makan antiinflamasi, yang kaya akan sayur, buah, biji-bijian, ikan berlemak dan rendah makanan ultraproses, terkait dengan penuaan biologis yang lebih lambat dan risiko kematian yang lebih rendah.

Pola makan semacam ini mengurangi stres oksidatif dan inflamasi kronis, dua mekanisme utama yang mempercepat penuaan sel dan jaringan. Sebaliknya, konsumsi berlebihan gula sederhana dan makanan tinggi lemak jenuh cenderung menghasilkan advanced glycation end-products (AGEs) yang merusak protein dan mempercepat penuaan kulit dan jaringan lainnya.

Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa diet yang mendukung kesehatan mikrobioma dan mengandung antioksidan alami bisa menurunkan inflamasi sistemik, yang merupakan faktor risiko utama kondisi kronis seperti penyakit jantung dan diabetes.

2. Rutin berolahraga!

Olahraga adalah salah satu strategi anti-aging paling konsisten dalam literatur ilmiah. Studi tinjauan mencatat bahwa olahraga aerobik dan angkat beban secara signifikan menurunkan risiko penyakit terkait usia dan meningkatkan fungsi otak serta metabolisme seluler.

Lebih jauh, tingkat aktivitas fisik tinggi dikaitkan dengan penuaan biologis yang lebih lambat dibandingkan gaya hidup pasif. Ini karena olahraga memicu adaptasi seluler yang meningkatkan efisiensi energi, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengurangi inflamasi. Semua faktor tersebut menjaga tubuh tetap “muda” lebih lama.

3. Tidur berkualitas: tidak hanya jumlah, tetapi kualitas

ilustrasi bangun tidur (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Tidur yang cukup, sekitar 7–8 jam per malam, secara konsisten dikaitkan dengan penuaan yang lebih sehat. Riset menyebutkan bahwa gangguan tidur memengaruhi beberapa jalur biologis penuaan dan berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif serta masalah metabolik.

Kurang tidur juga mempercepat cedera oksidatif dan inflamasi, yang mempercepat penuaan jaringan.

Menciptakan kebiasaan tidur sehat, yaitu dengan menciptakan jadwal konsisten, lingkungan tidur yang memadai (gelap, sejuk), dan bebas dari gangguan perangkat elektronik sebelum tidur dapat membantu tubuh melakukan reparasi selular setiap malam.

4. Kelola berat badan dan metabolisme dengan cerdas

Kelebihan berat badan kronis terkait dengan peradangan sistemik yang persisten, bahan bakar utama penuaan cepat. Banyak penelitian diet anti-aging menyarankan pendekatan seperti intermittent fasting atau time-restricted feeding, yang secara mekanis memicu proses autofagi, yaitu pembersihan sel dari komponen rusak.

Meskipun efeknya dalam manusia masih diteliti, tetapi bukti dari model hewan kuat menunjukkan bahwa autofagi menunda munculnya banyak gejala terkait usia.

Tetap fokus pada kebutuhan kalori seimbang dan nutrisi padat dapat membantu mempertahankan metabolisme yang efisien dan mengurangi risiko penyakit metabolik.

5. Asupan mikronutrien: omega-3, vitamin D, dan antioksidan

Salah satu studi terbaru menemukan bahwa suplementasi omega-3 selama tiga tahun dapat memperlambat penuaan biologis sekitar 3–4 bulan berdasarkan jam epigenetik (sering digunakan ilmuwan untuk mengukur penuaan biologis).

Omega-3 memiliki sifat antiinflamasi yang kuat serta peran dalam kesehatan kardiovaskular dan fungsi otak, yang semuanya berkontribusi pada penuaan yang lebih lambat.

Vitamin D dan antioksidan lain juga sering direkomendasikan karena perannya dalam menjaga kekuatan tulang, kekebalan tubuh, serta menurunkan stres oksidatif pada sel. Itu semua merupakan faktor penting dalam penuaan sehat.

Selalu konsultasikan suplemen dengan dokter agar asupan mikronutrien sesuai kebutuhan individu dan status kesehatanmu.

6. Kelola stres dengan baik, jaga kesehatan mental

ilustrasi perempuan merajut (freepik.com/freepik)

Stres kronis memicu pelepasan hormon seperti kortisol secara berulang, yang berdampak negatif pada fungsi sel dan jaringan tubuh. Riset tentang penuaan mencatat bahwa kesehatan mental, termasuk manajemen stres dan hubungan sosial yang kuat, berkaitan dengan penuaan yang lebih sehat.

Aktivitas seperti meditasi, mindfulness, dan menjaga relasi sosial mempunyai efek menenangkan sistem saraf, menurunkan inflamasi, dan mendukung fungsi kognitif sepanjang hidup.

7. Melindungi kulit dari paparan lingkungan

Kulit adalah organ terbesar dan salah satu yang paling terlihat mengalami tanda penuaan. Paparan sinar UV dan polusi mempercepat degradasi kolagen dan elastin, dua protein kunci untuk elastisitas kulit.

Menggunakan tabir surya setiap hari, memakai topi, serta menggunakan antioksidan topikal (seperti vitamin C) terbukti melindungi kulit dari radikal bebas dan kerusakan UV.

Jadi, penuaan bukan sekadar takdir, tetapi sesuatu yang bisa dimodulasi melalu pilihan hidup yang konsisten. Strategi anti-aging terbaik melibatkan gabungan pola makan baik, olahraga, tidur berkualitas, nutrisi yang tepat, dan manajemen stres, bukan janji instan dari satu produk atau treatment. Setiap langkah kecil menambah investasi besar dalam healthspan dan kualitas hidupmu di masa depan.

Referensi

Yumeng Li et al., “Molecular Mechanisms of Aging and Anti-aging Strategies,” Cell Communication and Signaling 22, no. 1 (May 24, 2024): 285, https://doi.org/10.1186/s12964-024-01663-1.

Ce Liu et al., “Optimal Lifestyle Patterns for Delaying Ageing and Reducing All-cause Mortality: Insights From the UK Biobank,” European Review of Aging and Physical Activity 21, no. 1 (October 5, 2024): 27, https://doi.org/10.1186/s11556-024-00362-7.

Carsten Carlberg et al., “Modulating Biological Aging With Food-derived Signals: A Systems and Precision Nutrition Perspective,” Npj Aging 11, no. 1 (August 20, 2025): 76, https://doi.org/10.1038/s41514-025-00266-5.

Devin Wahl et al., “Novel Strategies for Healthy Brain Aging,” Exercise and Sport Sciences Reviews 49, no. 2 (March 15, 2021): 115–25, https://doi.org/10.1249/jes.0000000000000242.

Ce Liu et al., “Optimal Lifestyle Patterns for Delaying Ageing and Reducing All-cause Mortality: Insights From the UK Biobank,” European Review of Aging and Physical Activity 21, no. 1 (October 5, 2024): 27, https://doi.org/10.1186/s11556-024-00362-7.

Judith E. Carroll and Aric A. Prather, “Sleep and Biological Aging: A Short Review,” Current Opinion in Endocrine and Metabolic Research 18 (April 5, 2021): 159–64, https://doi.org/10.1016/j.coemr.2021.03.021.

Mangesh Jabade, Husain Nadaf, and Pratik Salve, “Evidence-Based Pathways to Healthy Aging: A Systematic Review and Meta-analysis of Lifestyle Interventions for Longevity and Well-Being,” Investigación Y Educación En Enfermería 43, no. 3 (January 1, 2025), https://doi.org/10.17533/udea.iee.v43n3e06.

Mitchell B. Lee et al., “Antiaging Diets: Separating Fact From Fiction,” Science 374, no. 6570 (November 18, 2021): eabe7365, https://doi.org/10.1126/science.abe7365.

Heike A. Bischoff-Ferrari et al., “Individual and Additive Effects of Vitamin D, Omega-3 and Exercise on DNA Methylation Clocks of Biological Aging in Older Adults From the DO-HEALTH Trial,” Nature Aging 5, no. 3 (February 3, 2025): 376–85, https://doi.org/10.1038/s43587-024-00793-y.

"Expert reaction to study looking at omega-3 and biological ageing in humans." Science Media Centre. Diakses Januari 2026.

"Longevity: Lifestyle strategies for living a healthy, long life." Harvard Health Publishing. Diakses Januari 2026.

Editorial Team