Tidak ada yang mau menelan duri ikan, tetapi kenyataannya hal ini bisa terjadi. Duri ikan kecil dan tajam sering lolos saat kamu makan, jadi wajar kalau orang yang mengalaminya langsung panik.
Beberapa langkah bisa dicoba, tetapi harus hati-hati:
Batuk kuat (jika memungkinkan dan aman dilakukan). Ini efektif jika duri tersangkut dekat saluran napas. Namun, ada risiko duri terdorong lebih dalam menuju esofagus.
Hindari makan pisang atau roti. Tidak ada bukti medis metode ini membantu. Justru bisa memperparah dengan mendorong duri makin masuk ke jaringan.
Segera cari pertolongan medis jika gejala menetap. Tes seperti endoskopi biasanya diperlukan untuk memastikan lokasi duri. Dokter dapat mengeluarkannya dengan alat khusus.
Jika tidak bisa bernapas dan berbicara. Ini kondisi darurat. Pertolongan pertama seperti abdominal thrusts mungkin dibutuhkan, tetapi tetap harus menghubungi layanan gawat darurat.
Kalau kamu merasa baik-baik saja setelah menelan duri ikan, biasanya tidak perlu ke dokter. Apabila duri tersebut tidak sempat melukai tenggorokan, tubuh akan mengeluarkannya lewat proses pencernaan alami.
Kadang muncul rasa nyeri di tenggorokan, artinya mungkin ada goresan kecil. Sensasi ini sering bikin kamu merasa seolah ada sesuatu yang tersangkut, padahal sebenarnya tidak ada. Biasanya dalam beberapa hari rasa sakit itu hilang sendiri begitu luka kecilnya sembuh.
Goresan ringan nggak perlu ditangani dokter. Kamu baru perlu periksa kalau goresan itu terinfeksi. Dalam kasus yang sangat jarang, duri bisa menggores uvula (bagian kecil yang menggantung di belakang tenggorokan), bikin merah dan bengkak. Kalau ini terjadi, dokter biasanya kasih antibiotik.
Kalau saat makan kamu merasa ada sesuatu yang benar-benar nyangkut lebih dalam di kerongkongan, muncul rasa penuh di pangkal leher, dan makanan atau minuman nggak bisa masuk, itu tanda duri ikan mungkin tersangkut di esofagus. Kondisi ini serius karena makanan bisa menumpuk di belakang duri. Kalau begini, segera ke IGD untuk penanganan darurat.
Referensi
Tze Liang Loh and Adillah Lamry, “Migrating Fish Bone in the Neck Complicated With Neck Abscess,” Otorhinolaryngology Clinics - an International Journal 13, no. 2 (November 20, 2021): 58–60, https://doi.org/10.5005/jp-journals-10003-1372.
Saiful Islam, A.H., Mawaddah A., and Timothy L.W. Wong. “Chronic Neck Swelling: A Case Report of Migrating Fish Bone.” University of Toronto Medical Journal 101, no. 1 (January 2024): 27–30.
Kenichi Watanabe et al., “The Prolonged Presence of a Fish Bone in the Neck,” The Tohoku Journal of Experimental Medicine 227, no. 1 (January 1, 2012): 49–52, https://doi.org/10.1620/tjem.227.49.
Ji-Hee Han et al., “Two Cases of Severe Complications Due to an Esophageal Fish Bone Foreign Body,” Medicina 59, no. 9 (August 22, 2023): 1504, https://doi.org/10.3390/medicina59091504.
Shili Zhong, Zhengbin Wu, and Zheng Wang, “Successful Treatment of Fishbone-Induced Esophageal Perforation and Mediastinal Abscess: A Case Report and Literature Review,” American Journal of Case Reports 24 (November 13, 2023): e942056, https://doi.org/10.12659/ajcr.942056.
"What to Do if You Swallow a Fishbone." University of Utah Health. Diakses November 2025.