Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Risiko Komplikasi Fatal Hantavirus, Mengancam Nyawa?
ilustrasi hantavirus (unsplash.com/Vitaly Gariev)
  • Hantavirus kembali jadi sorotan setelah memicu wabah di kapal pesiar Atlantik, dan ternyata virus ini juga ditemukan di Indonesia dengan penularan utama dari tikus atau mencit terinfeksi.
  • Gejala awal hantavirus mirip flu namun bisa cepat memburuk, menyerang paru-paru dan jantung hingga menyebabkan edema paru serta risiko kematian 1–15 persen tergantung jenis virusnya.
  • Pencegahan difokuskan pada menghindari kontak dengan hewan pengerat, menjaga kebersihan rumah, serta segera periksa ke fasilitas kesehatan bila muncul gejala setelah paparan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia kesehatan kembali dihebohkan dengan ancaman hantavirus. Penyakit ini memicu wabah di sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik. Banyak orang mengira jika penyakit ini baru dan berasal dari luar negeri, tapi nyatanya hantavirus juga ada di Indonesia.

Hantavirus adalah jenis penyakit yang menyebar melalui tikus dan mencit yang terinfeksi. Manusia yang terinfeksi bisa mengalami beberapa gejala serius. Berikut potensi komplikasi fatal yang disebabkan hantavirus.

1. Gejala hantavirus

ilustrasi gejala hantavirus (unsplash.com/Getty Images)

Hantavirus memiliki dua manifestasi utama, yakni Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Umumnya penyakit ini menyebar lewat tetesan air liur, urin, atau kotoran hewan pengerat yang terkontaminasi. Namun, sangat jarang penyebaran dari manusia ke manusia.

Hantavirus tak mudah dikenali karena gejala awalnya mirip dengan flu. Oleh sebab itu, beberapa kasus kemungkinana besar tidak terdeteksi atau salah diagnosis. Namun, gejala ini bisa dengan cepat memburuk dan mempengaruhi bagian tubuh lainnya. Berikut gejala umum hantavirus:

  • Demam di atas 101 derajat Fahrenheit (38 derajat Celsius)

  • Panas dingin

  • Merasa sangat lelah (fatigue)

  • Nyeri otot, terutama di sekitar paha, pinggul, dan punggung

  • Masalah perut, termasuk nyeri, mual, muntah, dan diare

  • Ruam kulit

  • Sakit kepala

  • Pusing

2. Potensi komplikasi fatal jika tertular hantavirus

ilustrasi gejala hantavirus (unsplash.com/Getty Images)

Gejala hantavirus akan muncul sekitar satu minggu setelah terpapar. Gejala awal yang tampak seperti flu biasa, bisa berkembang menjadi lebih serius dan mengancam nyawa. Sebab, hantavirus dapat merusak jaringan paru-paru hingga mengganggu fungsi jantung.

Di mana saat hantavirus mencapai paru-paru, maka pembuluh darah kecil (kapiler) akan diserang dan menyebabkan kebocoran. Akibatnya, paru-paru akan terisi cairan (edema paru) dan mengakibatkan disfungsi parah pada paru-paru dan jantung. Selain itu, hantavirus juga bisa mengakibatkan gagalnya jantung dalam mengantarkan oksigen ke tubuh.

Tidak semua varian hantavirus memiliki tingkat bahaya yang sama. Beberapa jenis, seperti Hantavirus tipe Hantaan dan Dobrava, dikenal dapat memicu gejala berat dengan angka kematian mencapai 5–15 persen kasus. Sementara itu, varian Seoul, Saaremaa, dan Puumala cenderung menimbulkan gejala yang lebih ringan, dengan tingkat kematian sekitar 1 persen berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

3. Pencegahan hantavirus

ilustrasi membersihkan rumah (unsplash.com/Josue Michel)

Karena hantavirus disebabkan oleh hewan pengerat yang terinfeksi, maka cara meminimalkan risiko terpapar adalah dengan meninimalkan kontak dengan hewan pengerat. Ketika berada di rumah, kamu bisa menutup lubang yang bisa menjadi akses masuknya hewan pengerat. Jangan lupa jaga kebersihan rumah dan simpan makanan di tempat yang aman.

Jika ada sarang tikus di rumah, jangan dibersihkan menggunakan sapu, tapi lakukan protokol yang aman. Pertama, gunakan alat pelindung, seperti masker dan sarung tangan. Semprot area yang terdapat kotoran tikus dengan cairan desinfektan, diamkan selama beberapa menit, gunakan tisu dapur, pel dengan air, dan semprotkan lagi dengan desinfektan.

Gejala awal hantavirus punya kemiripan dengan flu sehingga sering membuat keliru. Akibatnya, gejala bisa memburuk hingga berpotensi pada komplikasi fatal. Oleh sebab itu, kalau kamu habis melakukan kontak dengan hewan pengerat dan mengalami gejala yang telah disebutkan di atas, segedalah datang ke fasilitas kesehatan.

Referensi

“Hantavirus Pulmonary Syndrome.” Cleveland Clinic. Diakses Mei 2026.

“Hantavirus Pulmonary Syndrome - Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses Mei 2026.

“About Hantavirus.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Mei 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team