Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Hantavirus Mematikan? Ini Penjelasannya

Apakah Hantavirus Mematikan? Ini Penjelasannya
ilustrasi penyebaran hantavirus (commons.wikimedia.org/Manu5)

Diskusi tentang hantavirus semakin meningkat setelah penyebab kematian aktor Gene Hackman dan istrinya, pianis Betsy Arakawa, terungkap pada 26 Februari 2026 lalu. Keduanya diketahui meninggal akibat infeksi virus hanta atau hantavirus. Ditambah lagi, tiga orang di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik dilaporkan meninggal dunia akibat virus Andes yang disebabkan oleh hantavirus. Di sisi lain, dua warga Singapura diisolasi setibanya di Singapura setelah terpapar klaster wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius.

Dalam kasus Gene Hackman dan Betsy Arakawa sendiri, kepala pemeriksa medis, Dr. Heather Jarrell, mengungkapkan bahwa Betsy Arakawa meninggal terlebih dahulu akibat sindrom paru-paru hantavirus. Sementara itu, Gene Hackman meninggal karena menderita masalah jantung dan Alzheimer stadium lanjut, yang meninggal beberapa hari kemudian. Dr. Jarrell menjelaskan bahwa kehilangan ingatan yang dialami Hackman sangat parah sehingga Hackman tidak menyadari istrinya sudah tiada.

Di sisi lain, Betsy Arakawa dilaporkan terlihat aktif dan tampak sehat beberapa hari sebelum kematiannya. Jadi, banyak orang yang bertanya-tanya, apa sebenarnya hantavirus itu? Benarkah virus ini membunuh secara tiba-tiba? Seberapa mematikannya hantavirus? Mari, kita cari tahu penjelasannya.

1. Apa itu hantavirus?

ilustrasi penyebaran hantavirus
ilustrasi penyebaran hantavirus (commons.wikimedia.org/National Science Foundation)

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), hantavirus dibawa oleh hewan pengerat, seperti tikus. Jika seseorang bersentuhan dengan kotoran, air liur, atau urine dari hewan pengerat yang terinfeksi atau menghirup partikel virusnya di udara, orang tersebut bisa tertular hantavirus. Seperti semua virus pada umumnya, hantavirus secara bertahap menguasai sel-sel tubuh, bereplikasi, dan menyebar.

Jadi, ketika hantavirus menyerang pembuluh darah di paru-paru, pembuluh darah tersebut mulai bocor sehingga menyebabkan masalah pernapasan yang parah. Dalam beberapa kasus, biasanya akan terjadi gagal paru-paru dan jantung. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom paru hantavirus. Cara lain virus menyerang tubuh ialah dengan menyerang ginjal dan menyebabkan gagal organ. Ini juga dikenal sebagai demam berdarah dengan sindrom ginjal.

2. Ada penyakit serius akibat infeksi hantavirus

foto rontgen dada akibat sindrom paru hantavirus atau HPS
foto rontgen dada akibat sindrom paru hantavirus atau HPS (commons.wikimedia.org/CDC/Dr. Loren Ketai, M.D.)

Dikutip WHO, hantavirus menyebabkan dua sindrom. Ada demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS) dan sindrom paru hantavirus (HPS/HCPS) yang sama-sama disebabkan oleh hantavirus. Kedua sindrom tersebut ditemukan di berbagai belahan dunia. Hantavirus yang ditemukan di Belahan Bumi Barat, termasuk di Amerika Utara, Tengah, dan Selatan, dapat menyebabkan sindrom paru hantavirus (HPS). Hantavirus yang paling umum menyebabkan HPS di AS disebarkan oleh tikus rusa. Sementara itu, demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS) merupakan sekelompok penyakit yang disebabkan oleh hantavirus yang sebagian besar ditemukan di Eropa dan Asia.

Beberapa tanda awal sindrom paru hantavirus ialah kelelahan, demam, dan nyeri otot. Gejalanya juga sering disertai sakit kepala, pusing, dan menggigil. Namun, demam berdarah dengan sindrom ginjal dimulai dengan sakit kepala akut, nyeri di punggung dan perut, demam, penglihatan kabur, serta kemerahan atau peradangan pada wajah.

Ada pula virus Andes, yang merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang menyebar dari orang ke orang. Penyebaran ini biasanya terbatas pada orang-orang yang memiliki kontak dekat dengan orang yang sakit. Nah, jenis inilah yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius.

3. Seberapa mematikannya hantavirus?

Ilmuwan CDC mengumpulkan spesimen dari hewan pengerat yang terperangkap.
Ilmuwan CDC mengumpulkan spesimen dari hewan pengerat yang terperangkap. (commons.wikimedia.org/CDC/Cheryl Tryon)

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), tidak ada obat atau pengobatan tunggal untuk kedua bentuk infeksi dari virus tersebut. Dokter biasanya menganjurkan pasien untuk beristirahat dan tetap terhidrasi sambil mengobati gejala mereka dengan perawatan intensif. Pasien yang mengembangkan sindrom paru hantavirus biasanya mengalami kesulitan bernapas yang parah dan membutuhkan dukungan oksigen. Sementara, kasus demam berdarah dengan sindrom ginjal yang serius biasanya memerlukan dialisis ginjal.

WHO melaporkan bahwa di seluruh dunia, diperkirakan 10 ribu hingga lebih dari 100 ribu orang terinfeksi setiap tahunnya. Adapun, yang terbesar terjadi di Asia dan Eropa. Virus ini juga lebih mematikan ketimbang COVID-19. Adapun, 40–50 persen orang yang tertular HPS tidak selamat. Namun, demam berdarah dengan sindrom ginjal tingkat kematiannya lebih bervariasi, antara 1–15 persen.

Nah, pastikan tidak ada hewan pengerat yang masuk ke rumah kamu, ya. Jika ternyata kamu memang memelihara hewan pengerat, kamu tidak harus khawatir. Itu karena hewan pengerat yang dipelihara secara baik dan terkontrol biasanya tidak membawa hantavirus. Namun, kamu juga harus memastikan mendapatkan hewan tersebut dari orang yang menjaga hewan-hewannya dengan baik, ya.

Referensi
“Gene Hackman wife’s cause of death revealed as sheriff reveals possible timeline”. New York Post. Diakses pada Mei 2026.
“Hantavirus”. World Health Organization (WHO). Diakses pada Mei 2026.
“Hantavirus pulmonary syndrome (HPS)”. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada Mei 2026.
“Keeping Rats as Pets”. Pet Assure. Diakses pada Mei 2026.
“Singapore tests two residents for hantavirus after cruise outbreak”. Reuters. Diakses pada Mei 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Health

See More

Mengapa GERD Bisa Menyebabkan Batuk Kronis?

08 Mei 2026, 21:38 WIBHealth