Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Obat tidur.
ilustrasi obat-obatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Intinya sih...

  • Antihistamin generasi lama bisa membantu tidur cepat, tetapi ini membawa berbagai efek samping.

  • Tidur dengan bantuan obat semacam antihistamin sering kali mengorbankan kualitas tidur, bukan memperbaikinya.

  • Ada banyak strategi alami dan sehat untuk mencapai tidur pulas tanpa obat, melalui kebiasaan tidur yang baik dan lingkungan tidur kondusif.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tubuh sudah capek melewati hari yang panjang. Namun, saat sudah berbaring di kasur, tetapi mata sulit terpejam. Keinginan untuk segera tidur begitu besar akhirnya membuat kamu mengambil obat antihistamin agar kamu cepat tidur. Pernah begitu?

Pengguna antihistamin untuk alergi mungkin sudah familier dengan efek samping kantuk dari obat ini. Namun, para ahli tidak merekomendasikan untuk menggunakan obat jenis ini sebagai alat bantu tidur.

Bahaya pakai antihistamin sebagai obat tidur

Berikut ini beberapa risiko menggunakan obat antihistamin sebagai obat tidur, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

  • Efek samping jangka pendek dan penurunan kualitas tidur

Obat antihistamin generasi lama seperti diphenhydramine dan doxylamine succinate, yang sering dimanfaatkan untuk membantu tidur, memang bisa memicu kantuk dengan cara menurunkan aktivitas histamin di otak.

Akan tetapi, meski membantu tertidur, antihistamin belum terbukti meningkatkan kualitas tidur secara optimal. Bahkan, obat ini bisa membuat tidur terasa kurang nyenyak dan menyisakan efek samping keesokan harinya, seperti mulut kering, pusing ringan, atau koordinasi tubuh terganggu.

  • Toleransi cepat dan ketergantungan psikologis

Jika antihistamin digunakan terus-menerus untuk insomnia, tubuh bisa cepat membentuk toleransi—efek mengantuknya berkurang, sehingga dosis mungkin harus dinaikkan.

Hal ini berisiko memicu ketergantungan psikologis, bahwa kamu merasa tidak bisa tidur tanpa pil. Dalam studi populasi di Arab Saudi terhadap pengguna sleep aid berbasis diphenhydramine, banyak yang melaporkan efek seperti pusing atau kehilangan keseimbangan.

  • Potensi efek buruk jangka panjang, termasuk risiko penurunan kognitif

Antihistamin generasi lama memiliki sifat antikolinergik, yaitu memengaruhi neurotransmiter otak yang penting untuk fungsi memori dan kognisi.

Pemakaian antikolinergik berkepanjangan berhubungan dengan meningkatnya risiko gangguan kognitif, termasuk demensia, terutama pada orang lanjut usia.

  • Risiko pada ibu hamil dan menyusui

Bagi ibu hamil dan menyusui, penggunaan antihistamin sebagai obat tidur harus ekstra hati-hati. Beberapa antihistamin memang dinyatakan aman untuk alergi, tetapi tidak direkomendasikan untuk pemakaian rutin sebagai alat bantu tidur.

Karena faktor keamanan jangka panjang belum jelas, hindari penggunaan berlebihan. Konsultasikan dengan dokter sangat dianjurkan mengenai obat tidur yang aman.

Cara alami supaya bisa cepat tidur dan tidur berkualitas

ilustrasi tidur (pexels.com/Polina)

Kamu tidak selalu butuh obat untuk bisa tidur pulas. Ada banyak cara sederhana dan aman untuk mendukung kualitas tidur, tanpa risiko efek samping. Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba:

  • Bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap hari. Menjaga ritme sirkadian tubuh agar “terprogram” untuk tidur dan bangun dengan konsisten.

  • Buat lingkungan kamar kondusif. Gelapkan kamar, atur suhu ruangan yang nyaman, minimalkan suara dan cahaya, dan jauhkan gadget sebelum tidur.

  • Batasi konsumsi kafein, makanan besar, atau alkohol pada malam hari. Zat-zat ini bisa mengganggu proses tidur alami.

  • Rutin bergerak dan olahraga pada siang hari. Aktivitas fisik membantu tubuh lelah secara alami dan akhirnya memudahkan tidur.

  • Lakukan ritual relaksasi sebelum tidur. Contohnya membaca buku ringan, meditasi singkat, atau mandi air hangat. Aktivitas ini membantu menenangkan pikiran dan memberi sinyal pada tubuh bahwa waktu tidur telah tiba.

Menurut panduan organisasi tidur internasional, terapi perilaku dan kebersihan tidur (sleep hygiene) jauh lebih disarankan sebagai pendekatan jangka panjang dibanding memakai antihistamin berulang.

Memanfaatkan antihistamin sebagai obat tidur mungkin terasa seperti solusi cepat. Namun, ini tidak bebas dari efek samping, apalagi jika digunakan secara berlebihan.

Jika masalah tidur muncul bukan karena situasi sesaat, melainkan berulang atau kronis, pendekatan terbaik bukanlah pil tidur bebas, melainkan memperbaiki kebiasaan tidur, lingkungan, dan gaya hidup. Tidur nyenyak dan sehat seharusnya menjadi bagian dari perawatan diri. Jika masalah tidur membuatmu khawatir, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Referensi

"Is it Safe to Take an Antihistamine for Sleep Every Night?" Healthline. Diakses November 2025.

"Sleep Aids." Sleep Aids. Johns Hopkins Medicine. Diakses November 2025.

"Does Benadryl Make You Sleepy?" Sleep Foundation. Diakses November 2025.

"Is it OK to use over-the-counter antihistamines to treat insomnia? I'd like to avoid prescription sleep aids." Mayo Clinic. Diakses November 2025.

"Trouble sleeping? Experts say skip antihistamines." Baylor College of Medicine. Diakses November 2025.

Abdullah K Alhwimani, Raed A Aljohani, and Bader A Altulaihi, “The Use of Over-the-Counter Sleep Aid Containing Diphenhydramine Hydrochloride Among Saudis,” Cureus 13, no. 12 (December 22, 2021): e20622, https://doi.org/10.7759/cureus.20622.

Editorial Team