Banyak orang berharap berat badannya turun selama puasa Ramadan karena logika sederhananya, jika tidak makan dan minum selama belasan jam, tubuh seharusnya membakar lebih banyak cadangan energi, kan? Namun, kenyataannya tidak selalu seperti itu. Ada orang yang berat badannya tetap, bahkan ada juga yang malah naik selama Ramadan.
Pada dasarnya, puasa anyalah perubahan waktu makan. Agar berat badan turun, prinsip dasarnya tetap sama, bahwa tubuh harus berada dalam kondisi defisit kalori, yaitu ketika energi yang masuk lebih sedikit daripada energi yang digunakan.
Sejumlah penelitian menunjukkan, selama Ramadan banyak orang memang mengalami penurunan berat badan kecil, biasanya sekitar 1 kilogram atau lebih, tetapi efek ini sering bersifat sementara dan dapat kembali setelah Ramadan berakhir.
Artinya, strategi makan tetap berperan penting, terutama saat sahur. Waktu makan yang satu ini sering dianggap sebagai penentu apakah tubuh akan tetap dalam kondisi defisit kalori atau tidak.
