Agar lebih praktis, ini contoh komposisi sahur yang seimbang:
Sumber protein: telur atau ayam panggang.
Karbohidrat kompleks: nasi merah atau oatmeal.
Sayur: bayam, brokoli, atau tumis sayur.
Buah: pisang atau apel.
Air putih yang cukup.
Komposisi seperti ini membantu tubuh mendapatkan energi yang stabil sekaligus menjaga asupan kalori tetap terkontrol.
Puasa Ramadan tidak menjamin defisit kalori, karena ini tergantung pada total energi yang dikonsumsi dalam sehari, terutama dari makanan saat sahur dan berbuka.
Sahur yang kaya akan protein, serat, dan karbohidrat kompleks dapat membantu menahan lapar lebih lama dan mencegah makan berlebihan saat malam hari. Dengan strategi ini, peluang untuk mempertahankan defisit kalori selama Ramadan menjadi lebih besar.
Referensi
Sadeghirad, Behnam, Shahrzad Motaghipisheh, Fariba Kolahdooz, Mohammad J Zahedi, and Ali A Haghdoost. “Islamic Fasting and Weight Loss: A Systematic Review and Meta-Analysis.” Public Health Nutrition 17, no. 2 (2014): 396–406. https://doi.org/10.1017/S1368980012005046.
Hamish A. Fernando et al., “Effect of Ramadan Fasting on Weight and Body Composition in Healthy Non-Athlete Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis,” Nutrients 11, no. 2 (February 24, 2019): 478, https://doi.org/10.3390/nu11020478.
Duygu Ağagündüz, Nilüfer Acar-Tek, and Osman Bozkurt, “Effect of Intermittent Fasting (18/6) on Energy Expenditure, Nutritional Status, and Body Composition in Healthy Adults,” Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine 2021 (December 18, 2021): 1–10, https://doi.org/10.1155/2021/7809611.
Ari Fahrial Syam et al., “Ramadan Fasting Decreases Body Fat but Not Protein Mass,” International Journal of Endocrinology and Metabolism 14, no. 1 (January 2, 2016): e29687, https://doi.org/10.5812/ijem.29687.
Ammar Mektebi et al., “Body Weight Changes During Ramadan Intermittent Fasting: A Cross‐Sectional Study of Healthy Adults in Turkey,” Journal of Nutrition and Metabolism 2025, no. 1 (January 1, 2025): 8851660, https://doi.org/10.1155/jnme/8851660.