Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kebiasaan Habis Sahur yang Bikin Asam Lambung Naik, Stop Sekarang!

5 Kebiasaan Habis Sahur yang Bikin Asam Lambung Naik, Stop Sekarang!
ilustrasi perempuan sakit (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Intinya Sih
  • Artikel membahas lima kebiasaan setelah sahur yang bisa memicu naiknya asam lambung, seperti langsung tidur, makan pedas, konsumsi lemak berlebih, minum kopi, dan makan terburu-buru.
  • Dijelaskan bahwa posisi berbaring setelah makan serta makanan tinggi lemak atau pedas dapat memperburuk gejala GERD selama puasa dan mengganggu kenyamanan lambung.
  • Sumber medis seperti Mayo Clinic, Healthline, dan Medical News Today menegaskan pentingnya menjaga pola sahur agar puasa tetap lancar tanpa gangguan asam lambung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di bulan Ramadan, sahur sering jadi momen setengah sadar yang serba terburu-buru. Kamu bangun karena alarm, makan cepat-cepat, lalu berharap bisa tidur lagi sebelum waktu subuh habis. Tanpa disadari, kebiasaan kecil setelah sahur bisa berdampak besar pada kondisi lambung. Rasa tidak nyaman yang muncul siang hari sering berawal dari situ.

Banyak orang baru sadar ada yang salah ketika dada mulai terasa panas saat puasa berjalan. Padahal, beberapa kebiasaan sederhana bisa menjadi pemicu asam lambung naik. Kalau terus diulang, kondisi ini bisa mengganggu ibadah puasa dan aktivitas harianmu. Yuk, simak kebiasaan setelah sahur yang perlu kamu hentikan sebelum terlambat.

1. Langsung tidur setelah sahur

ilustrasi perempuan tidur (freepik.com/freepik)
ilustrasi perempuan tidur (freepik.com/freepik)

Godaan terbesar setelah sahur adalah kembali ke kasur. Apalagi kalau waktu tidurmu memang kurang. Padahal, bahaya tidur setelah sahur cukup serius bagi kesehatan lambung. Posisi berbaring memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Dilansir dari Mayo Clinic, sebaiknya beri jeda setidaknya dua hingga tiga jam sebelum berbaring setelah makan. Kalau kamu langsung tidur, risiko heartburn meningkat. Selama puasa, kondisi ini bisa terasa lebih mengganggu karena perut kosong lebih lama. Cobalah duduk santai atau lakukan aktivitas ringan sebelum kembali rebahan.

2. Makan terlalu pedas saat sahur

ilustrasi mi kuah susu pedas
ilustrasi mi kuah susu pedas (freepik.com/jcomp)

Sambal memang terasa nikmat, apalagi kalau jadi pelengkap menu sahur. Namun, makanan pedas bisa menjadi penyebab GERD saat puasa jika dikonsumsi berlebihan. Sensasi pedas merangsang produksi asam lambung lebih tinggi. Lambung yang sensitif akan lebih mudah bereaksi.

Medical News Today menyebut makanan pedas sebagai salah satu pemicu acid reflux pada sebagian orang. Jika kamu sering merasakan dada panas setelah sahur pedas, itu tanda tubuh sedang memberi sinyal. Cobalah mengurangi level kepedasan dan lihat perbedaannya. Lambungmu butuh kompromi, bukan tantangan.

3. Mengonsumsi makanan berlemak berlebihan

ilustrasi laki-laki makan
ilustrasi laki-laki makan (pexels.com/Michael Burrows)

Gorengan dan santan kental sering jadi menu praktis saat sahur. Rasanya memang mengenyangkan dan bikin puas. Sayangnya, makanan tinggi lemak bisa memperlambat pengosongan lambung. Akibatnya, tekanan dalam lambung meningkat dan asam lebih mudah naik.

Dilansir dari Healthline, makanan berlemak termasuk pemicu umum naiknya asam lambung. Lemak juga membuat katup antara lambung dan kerongkongan lebih rileks. Kalau kebiasaan buruk sahur ini terus diulang, gejala bisa makin sering muncul. Mulailah memilih menu yang lebih ringan dan seimbang.

4. Minum kopi saat perut masih sensitif

ilustrasi perempuan membuat kopi
ilustrasi perempuan membuat kopi (freepik.com/freepik)

Bagi sebagian orang, sahur tanpa kopi terasa kurang lengkap. Padahal, kafein dapat merangsang produksi asam lambung. Dalam kondisi perut yang baru terisi, efeknya bisa lebih terasa. Apalagi jika kamu memang punya riwayat kesehatan lambung Ramadan yang sensitif.

Medical News Today menjelaskan bahwa minuman berkafein bisa memperburuk gejala acid reflux pada beberapa individu. Jika setelah minum kopi kamu merasa tidak nyaman, itu bukan kebetulan. Coba ganti dengan air putih hangat atau susu rendah lemak. Tubuhmu mungkin hanya butuh pilihan yang lebih ramah.

5. Makan terlalu cepat dan berlebihan

ilustrasi perempuan makan
ilustrasi perempuan makan (freepik.com/diana.grytsku)

Karena takut lapar, kamu mungkin makan dalam porsi besar sekaligus. Ditambah lagi, waktu sahur terasa sempit sehingga makan jadi terburu-buru. Kebiasaan ini membuat lambung bekerja lebih keras. Tekanan meningkat dan risiko asam naik pun bertambah.

Healthline menyebut makan berlebihan sebagai salah satu faktor utama acid reflux. Saat kamu makan perlahan dan secukupnya, sistem pencernaan punya waktu untuk menyesuaikan diri. Cobalah mengunyah lebih lama dan berhenti sebelum terlalu kenyang. Perut yang nyaman bikin puasamu lebih tenang.

Menjaga kesehatan lambung Ramadan bukan hal sepele. Kebiasaan kecil setelah sahur bisa menentukan bagaimana tubuhmu bertahan seharian. Kalau kamu sering mengalami gejala tidak nyaman, mungkin ini saatnya evaluasi pola sahurmu. Yuk, mulai ubah kebiasaan buruk sahur dari sekarang supaya puasa tetap lancar dan bebas drama.

Referensi

“Gastroesophageal reflux disease (GERD) - Symptoms and causes”. Mayo Clinic. Diakses pada Maret 2026.

“Everything You Need to Know About Acid Reflux and GERD”. Healthline. Diakses pada Maret 2026.

“What is acid reflux?”. Medical News Today. Diakses pada Maret 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More