Referensi
Oregon State University Extension Service, “5 Steps to Healthy Produce during Wildfire Smoke,” diakses 21 Oktober 2026.
UC Cooperative Extension Sonoma County, "Produce Safety after Urban Wildfire: Citizen Science Initiative—Final Report," diakses 21 Oktober 2026.
Margaret R. Baker, Qing X. Li, and James N. Seiber, “Wildfire Smoke’s Effects on Agriculture and Foods Warrant More Study,” Journal of Agricultural and Food Chemistry 69, no. 51 (2021): 15435–36, https://doi.org/10.1021/acs.jafc.1c06745.
U.S. Food and Drug Administration, “Selecting and Serving Produce Safely,” diakses 21 Oktober 2026.
Sayur dan Buah Terpapar Abu Karhutla, Masih Aman Dimakan?

Sayur dan buah yang hanya terkena lapisan abu tipis dan masih utuh umumnya bisa dibersihkan sebelum dimakan.
Buang hasil kebun yang tertutup abu sampai warna aslinya tak terlihat, terbakar, rusak, atau membusuk.
Cuci dengan air bersih mengalir, buang daun terluar atau kupas bila perlu. Jangan gunakan sabun, detergen, atau pemutih.
Abu yang menempel di daun sawi atau kulit mangga bisa membuat orang ragu saat menyiapkan makanan. Apakah sayur dan buah itu masih bisa dikonsumsi, atau sebaiknya dibuang?
Jawabannya bergantung pada seberapa banyak abu yang menempel, kondisi tanaman, dan bahan yang terbakar. Hasil kebun di area berasap tetap dapat dipanen dan dimakan dengan langkah pembersihan yang tepat. Namun, jika sayur atau buah tertutup abu hingga warna aslinya tak terlihat, sebaiknya buang.
Risiko menelan abu belum banyak diteliti
Asap dan abu karhutla mengandung campuran partikel dan bahan kimia yang berbeda-beda, tergantung pada apa yang terbakar. Jadi, tingkat risiko terhadap pangan tidak selalu sama pada setiap kejadian kebakaran.
Salah satu rujukan berasal dari laporan University of California Cooperative Extension setelah kebakaran di Sonoma County, Amerika Serikat (AS), pada 2017. Dari lebih dari 200 sampel sayuran daun yang dikumpulkan masyarakat, analisis akhir hanya mencakup 13 sampel dari tiga lokasi. Hasilnya menunjukkan tingkat kekhawatiran yang rendah pada sampel yang diuji.
Namun, laporan tersebut menegaskan bahwa hasilnya tidak bisa mewakili semua kondisi. Misalnya, sampel tidak diambil dari lokasi yang berdekatan dengan bangunan yang terbakar, dan jumlah sampel yang terbatas membuat perbedaan antara sayuran yang dicuci dan tidak dicuci tidak dapat dinilai.
Hingga kini, bukti mengenai risiko kesehatan akibat menelan residu asap dan abu pada hasil kebun masih terbatas. Perlu penelitian lebih lanjut tentang dampak asap kebakaran terhadap pertanian dan pangan.
Periksa kondisinya sebelum dibersihkan

ilustrasi mencuci buah di wastafel (pexels.com/Yaroslav Shuraev Sayur dan buah yang masih utuh serta hanya terkena sedikit abu dapat dibersihkan sebelum diolah. Untuk sayuran daun, buang daun terluar yang paling banyak terpapar, lalu pisahkan dan bilas daun satu per satu. Buah yang kulitnya dapat dikupas dan sayuran akar juga bisa dikupas setelah dicuci.
Hindari mengonsumsi hasil kebun yang tertutup abu tebal hingga warna aslinya tak terlihat. Buang juga sayur atau buah yang hangus, rusak, atau membusuk. Jika tanaman berada sangat dekat dengan titik kebakaran, terutama jika ada bangunan atau bahan kimia yang ikut terbakar, ikuti arahan otoritas setempat dan jangan cuma mengandalkan pencucian.
Cara membersihkan sayur dan buah
Jika hasil kebun banyak tertutup abu, bilas perlahan di luar rumah menggunakan air yang layak diminum agar abu tidak terbawa ke dapur. Setelah itu, cuci tangan, lalu bilas dan gosok permukaan buah atau sayur di bawah air bersih mengalir. Gunakan sikat bersih untuk buah atau sayuran berkulit keras. Cuci juga hasil kebun yang kulitnya akan dikupas agar kotoran dari permukaan tidak berpindah saat dipotong.
Jangan mencuci sayur dan buah dengan sabun, detergen, pemutih, atau cairan pencuci khusus. Bahan-bahan itu tidak diperlukan untuk membersihkan hasil kebun dan residunya dapat tertinggal atau terserap. Mencuci dengan air mengalir membantu menghilangkan abu dan kotoran di permukaan, tetapi tidak dapat dipastikan menghilangkan semua bahan kimia yang mungkin sudah terserap ke jaringan tanaman.
Saat membersihkan kebun atau memanen di tengah kualitas udara buruk, paparan asap yang terhirup juga perlu diperhatikan. Pakailah respirator N95 atau P100 saat berada di luar dalam kondisi udara buruk, serta sarung tangan dan pakaian tertutup ketika menangani abu. Jika memungkinkan, tunda kegiatan berkebun sampai kondisi udara membaik.
Sayur dan buah yang cuma terkena abu tipis tidak otomatis harus dibuang. Periksa kondisinya, bersihkan dengan air yang aman, dan buang hasil kebun yang tertutup abu tebal atau sudah rusak. Karena bukti mengenai risiko menelan residu abu masih terbatas, kamu tetap perlu waspada, khususnya jika kebakaran melibatkan sumber pencemar selain vegetasi.




















![[QUIZ] Dari Cara Kamu Menghadapi Stres, Kami Tebak Kondisi Kesehatanmu](https://image.idntimes.com/post/20260718/upload_81eef7479c8aeb23b53726edf15fecd4_1085b833-0382-4947-ba19-8d7bad3edfd5.png)