Mikrograf elektron dari Hantavirus. (commons.wikimedia.org/Photo Credit: Content Providers(s): CDC/Cynthia Goldsmith)
Sejarah panjang ini menunjukkan bahwa hantavirus bukan hasil 'impor', melainkan penyakit asli yang selama ini terabaikan. Perbedaan gejala yang tipis dengan leptospirosis dan DBD menuntut tenaga medis untuk lebih jeli dalam melakukan pemeriksaan laboratorium, terutama pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal akut.
Adapun pencegahan utama yang harus dilakukan, di antaranya:
Pengendalian tikus: Memutus rantai kontak antara manusia dan tikus di area pergudangan, pelabuhan, dan pemukiman padat.
Edukasi pekerja risiko tinggi: Buruh bangunan dan pekerja pelabuhan harus menggunakan APD standar saat bekerja di area yang berpotensi menjadi sarang tikus.
Penguatan lab daerah: Memastikan fasilitas kesehatan di tingkat daerah mampu melakukan deteksi antigen atau PCR hantavirus agar tidak terjadi salah diagnosis.
Referensi
"Hantavirus: Virus dari Tikus yang Mematikan, Siapkah Indonesia Menghadapinya?". Kemenkes BKPK. Diakses Mei 2026.
Lukman, Nurhayati, Herman Kosasih, Ima Nurisa Ibrahim, Antonius Arditya Pradana, Aaron Neal, and Muhammad Karyana. “A Review of Hantavirus Research in Indonesia: Prevalence in Humans and Rodents, and the Discovery of Serang Virus.” Viruses 11, no. 8 (July 31, 2019): 698.
"Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University Kupas Tuntas Risiko Zoonosis Penyakit Hantavirus." IPB University. Diakses Mei 2026.
Son, Kornelius Langga. “Studi Prevalensi, Gambaran Spasial Dan Identifikasi Faktor Risiko Kasus Leptospirosis Dan Infeksi Hantavirus Di Daerah Istimewa Yogyakarta,” 2020.
Kusumawardani, Syahrani Tri Buwana Putri. “‘Gambaran Epidemiologis Pada Kasus Hantavirus di Indonesia: Studi Case Series Penyelidikan Epidemiologi Infeksi Emerging Tahun 2025.’” Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat, 2026.
Lie, Khie Chen, Mochamad Helmi Aziz, Herman Kosasih, Aaron Neal, Caleb Leonardo Halim, Wahyu Nawang Wulan, Muhammad Karyana, and Usman Hadi. “Case Report: Two Confirmed Cases of Human Seoul Virus Infections in Indonesia.” BMC Infectious Diseases 18, no. 1 (November 16, 2018): 578.