Sembelit saat Ramadan umumnya bersifat multifaktorial. Artinya, bukan cuma satu penyebab tunggal, melainkan kombinasi perubahan pola makan dan hidrasi.
Peningkatan asupan serat secara konsisten berkaitan dengan perbaikan frekuensi dan konsistensi tinja. Serat bekerja dengan meningkatkan massa tinja dan mempercepat waktu transit usus besar. Namun, efektivitas ini sangat bergantung pada kecukupan cairan. Tanpa hidrasi yang memadai, serat justru dapat memperkeras tinja.
Di sisi lain, dehidrasi, meskipun ringan, dapat meningkatkan penyerapan air di usus besar sehingga tinja menjadi lebih kering dan sulit dikeluarkan. Dalam konteks Ramadan, periode tanpa minum yang panjang membuat faktor hidrasi menjadi sangat relevan, terutama pada minggu pertama saat tubuh belum beradaptasi.
Kesimpulannya, sulit menyalahkan satu faktor saja. Kurang serat memperlambat pergerakan usus, sementara kurang air memperkeras konsistensi tinja. Pada praktiknya, sembelit di minggu pertama Ramadan paling sering terjadi ketika keduanya berlangsung bersamaan.
Referensi
"Constipation during Ramadan: Tips for digestion and more". MedicalNewsToday. Diakses Februari 2026.
"Fasting Can Lead to Constipation During Ramadan—These Tips Can Help". Health. Diakses Februari 2026.
Shadman, Zhaleh, Mahdieh Akhoundan, Nooshin Poorsoltan, Mohsen Khoshniat Nikoo, Bagher Larijani, Camelia Akhgar Zhand, Mozhdeh Soleymanzadeh, Zahra Alsadat Seyed Rohani, and Zahra Jamshidi. “Nutritional Education Needs in Relation to Ramadan Fasting and Its Complications in Tehran, Iran.” Iranian Red Crescent Medical Journal 18, no. 8 (June 8, 2016): e26130.
Osman, Farhana, Sumanto Haldar, and Christiani Jeyakumar Henry. “Effects of Time-Restricted Feeding during Ramadan on Dietary Intake, Body Composition and Metabolic Outcomes.” Nutrients 12, no. 8 (August 17, 2020): 2478.