Di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah mendorong deteksi dini penyakit jantung, terutama bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki risiko tinggi.
Stetoskop AI diharapkan dapat mendukung upaya ini dengan menyediakan alat diagnostik yang lebih akurat dan cepat.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa penggunaan AI akan membawa perubahan signifikan dalam layanan kesehatan di Indonesia. Ini tentunya untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan efisiensi perawatan.
Stetoskop dengan teknologi AI tidak hanya memperkuat fungsi alat medis yang sudah ada, tetapi juga membuka jalan baru dalam diagnosis dan perawatan penyakit. Dengan kemampuan untuk menganalisis data secara mendalam, stetoskop AI menjanjikan peningkatan signifikan dalam layanan kesehatan.
Referensi
Bachtiger, Patrik, Camille F Petri, dkk. “Point-of-care screening for heart failure with reduced ejection fraction using artificial intelligence during ECG-enabled stethoscope examination in London, UK: a prospective, observational, multicentre study.” The Lancet. Digital Health 4, no. 2 (1 Februari 2022).
Elhilali, Mounya, and James E. West. “The Stethoscope Gets Smart: Engineers from Johns Hopkins are giving the humble stethoscope an AI upgrade.” IEEE Spectrum 56, no. 2 (1 Februari 2019): 36–41.
Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan. Diakses pada Juni 2024. Diagnosis Penyakit Makin Canggih dengan Stetoskop AI.