Saat seorang anak mulai mengatakan bahwa dirinya kecewa atau belajar menunggu giliran saat bermain, tanpa disadari ia sedang mengembangkan kemampuan yang tak selalu terlihat di rapor. Ia belajar mengenali emosi, berkomunikasi, dan memahami orang lain.
Hal itu menjadi salah satu pesan dalam diskusi media bertajuk “Pencernaan Sehat, Kecerdasan Anak Optimal” yang digelar di Jakarta pada Kamis (8/10). Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog, Senior Psikolog Klinis, dan Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, Executive Director Indonesia Health Development Center (IHDC) dan Member of Gut and Immunity Council (GIC) membahas peran stimulasi, pengasuhan, nutrisi, dan kesehatan pencernaan dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Berikut lima hal yang dapat dilakukan keluarga dalam keseharian.
