Melihat darah dalam urine sering menjadi momen yang membuat seseorang menemui dokter. Bagi banyak pasien kanker kandung kemih, tanda visual ini menjadi alarm awal sebelum penyakit berkembang lebih jauh. Namun, tidak semua orang bisa menangkap sinyal tubuh tersebut dengan cara yang sama.
Bagi penyandang buta warna, khususnya yang sulit membedakan warna merah, peringatan ini bisa lewat begitu saja. Darah dalam urine mungkin tampak lebih gelap, kecokelatan, atau bahkan tidak mencolok. Akibatnya, tanda peringatan ini justru terabaikan.
Studi terbaru dari Stanford Medicine menunjukkan bahwa keterlambatan ini bukan sekadar soal persepsi visual. Ada konsekuensi serius yang menyertainya, terutama ketika kanker baru terdeteksi pada stadium yang lebih lanjut.
