Jika anak didiagnosis PJB, kunjungan rutin ke dokter sangat dianjurkan untuk memantau perkembangan kondisi dan menentukan waktu intervensi yang tepat. Pada beberapa jenis PJB, tindakan tidak selalu dilakukan segera, melainkan menunggu anak mencapai target ideal tertentu seperti usia, berat badan, atau parameter klinis lainnya.
Berdasarkan pertimbangan medis, pasien bisa diberikan terapi obat atau menjalani intervensi nonbedah menggunakan alat khusus, seperti pemasangan balon atau stent pada jantung maupun pembuluh darah. Jika kondisi tidak memungkinkan ditangani secara nonbedah, maka prosedur pembedahan dapat dilakukan untuk memperbaiki kelainan struktural jantung.
Di sisi lain, peran orang tua juga sangat penting dalam mendukung keberhasilan penanganan. Penerapan gaya hidup sehat, seperti pola makan seimbang, olahraga ringan yang teratur sesuai anjuran dokter, serta menghindari paparan asap rokok, bisa membantu mengendalikan gejala dan meningkatkan kualitas hidup anak.
Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah dukungan dari orang-orang di sekitar anak.
"Dukungan dari keluarga dan teman-teman dalam membentuk lingkungan yang penuh pengertian juga merupakan kunci penting dalam membantu pasien PJB mengatasi rintangan mereka," jelas dr. Aditya.
Meskipun PJB membawa tantangan bagi orang tua maupun anak, tetapi dengan pemahaman dan dukungan penuh, banyak anak dapat hidup dengan kondisi ini dan tumbuh menjadi dewasa yang produktif. Masyarakat perlu memahami, merawat, dan memberikan dukungan yang menjadi kunci untuk menangani PJB.