Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Studi: Risiko Jantung Naik Hingga 6 Bulan Usai Infeksi RSV

Seorang pasien dirawat di rumah sakit.
ilustrasi pasien dirawat di rumah sakit (pexels.com/Engin Akyurt)
Intinya sih...
  • Rawat inap akibat RSV pada orang dewasa dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan jantung dan paru hingga enam bulan setelah infeksi.
  • Risiko tertinggi terjadi dalam 7 hari pertama, terutama aritmia, serangan jantung, stroke, dan eksaserbasi gagal jantung.
  • Temuan ini menegaskan RSV sebagai pemicu komplikasi kardiopulmoner, sekaligus memperkuat urgensi vaksin RSV pada kelompok berisiko.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Respiratory syncytial virus (RSV) selama ini lebih dikenal sebagai penyebab infeksi saluran napas berat pada bayi dan anak kecil. Namun, bukti terbaru menunjukkan bahwa virus ini juga membawa dampak serius bagi orang dewasa, khususnya lansia dan mereka dengan penyakit kronis. Sebuah studi besar dalam jurnal JAMA Network Open menemukan bahwa rawat inap akibat RSV pada orang dewasa berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan jantung dan paru hingga enam bulan setelah infeksi.

Penelitian ini dipimpin oleh tim peneliti yang melibatkan afiliasi industri vaksin RSV, dan menggunakan desain self-controlled case series (SCCS)—metode yang membandingkan risiko kejadian kesehatan pada individu yang sama di periode waktu berbeda. Data diambil dari Optum Market Clarity Dataset, mencakup periode Januari 2017 hingga Maret 2024, dengan total 11.887 pasien dewasa yang pernah dirawat inap karena RSV dan mengalami setidaknya satu kejadian kardiopulmoner.

Rata-rata usia peserta adalah 69,4 tahun, dan lebih dari 60 persen adalah perempuan. Temuan ini menegaskan bahwa RSV bukan sekadar flu berat pada usia lanjut, melainkan infeksi yang dapat memicu rangkaian masalah kesehatan lanjutan, bahkan setelah pasien boleh pulang dari rumah sakit.

Risiko tertinggi terjadi pada minggu pertama

Studi baru ini menunjukkan bahwa periode paling berisiko adalah tujuh hari pertama setelah rawat inap RSV. Pada fase ini, hampir semua kejadian kardiopulmoner mengalami lonjakan tajam. Aritmia menjadi kejadian jantung tersering, diikuti oleh eksaserbasi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), perburukan gagal jantung kongestif, serangan jantung, dan stroke.

Untuk serangan jantung, misalnya, incidence rate ratio (IRR) mencapai 8,7 dalam 7 hari pertama, lalu menurun menjadi 5,2 pada hari ke-8 hingga ke-14, dan 2,6 pada hari ke-15 hingga ke-21. Pola serupa terlihat pada stroke dan gagal jantung, meski dengan angka yang bervariasi. Aritmia bahkan menunjukkan IRR tertinggi di awal, sebelum perlahan menurun dalam tiga minggu pertama.

Meski risiko menurun seiring waktu, peningkatan risiko tidak langsung menghilang. Serangan jantung dan stroke masih menunjukkan risiko signifikan hingga 63 hari, sementara eksaserbasi gagal jantung bertahan hingga 84 hari setelah rawat inap RSV. Artinya, dampak RSV bisa jauh melampaui fase infeksi akut.

Mengapa RSV bisa memicu masalah jantung dan paru?

Human Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Human Respiratory Syncytial Virus (RSV). (flickr.com/NIAID/Credit: CDC and NIAID)

Para peneliti menilai temuan ini konsisten dengan studi lain terkait influenza dan COVID-19, yang sama-sama menunjukkan lonjakan kejadian kardiovaskular setelah infeksi virus pernapasan. Infeksi semacam ini dapat memicu peradangan sistemik, disfungsi endotel, ketidakstabilan plak pembuluh darah, serta gangguan keseimbangan oksigen, yang semuanya berkontribusi pada kejadian jantung dan paru.

Menariknya, RSV pada dewasa kerap kurang terdeteksi. Gejalanya sering tidak spesifik, tingkat pemeriksaan rutin rendah, dan viral load pada dewasa lebih kecil dibanding anak-anak. Kombinasi ini membuat RSV sering luput sebagai penyebab utama, padahal dampaknya signifikan.

Temuan ini juga memperkuat rekomendasi vaksinasi RSV. Para ahli merekomendasikan vaksin RSV untuk orang dewasa usia 60–74 tahun dengan risiko tinggi—termasuk mereka dengan penyakit jantung atau paru kronis—serta semua individu usia 75 tahun ke atas. Dengan bukti bahwa RSV dapat memicu komplikasi kardiopulmoner jangka menengah, vaksinasi menjadi bukan sekadar pencegahan infeksi, tetapi juga bagian dari strategi perlindungan jantung dan paru.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

[QUIZ] Kami Bisa Tebak Deadlift Kamu Berisiko Cedera atau Tidak

11 Feb 2026, 18:55 WIBHealth