Bakteri Bacillus cereus. (commons.wikimedia.org/Mogana Das Murtey and Patchamuthu Ramasamy)
Toksin cereulide tahan panas. Artinya, menggoreng atau memanaskan makanan kembali tidak dapat diandalkan untuk menyelamatkan makanan yang sudah mengandung toksin tersebut.
Untuk mengurangi risiko, lakukan langkah-langkah ini:
Masukkan makanan matang yang mudah rusak ke kulkas dalam 2 jam; batasi menjadi 1 jam jika suhu lingkungan di atas sekitar 32 derajat Celcius.
Bagi makanan dalam porsi kecil dan wadah dangkal agar cepat dingin.
Jaga suhu kulkas sekitar 4 derajat Celcius atau lebih rendah.
Buang makanan mudah rusak yang sudah terlalu lama berada pada suhu ruang, alih-alih mencoba menyelamatkannya dengan pemanasan ulang.
Referensi
Richard Dietrich et al., “The Food Poisoning Toxins of Bacillus cereus,” Toxins 13, no. 2 (2021): 98, https://doi.org/10.3390/toxins13020098.
Cleveland Clinic, “Bacillus cereus,” diakses September 2026.
BC Centre for Disease Control, “Bacillus cereus,” diakses September 2026.
Olivier Chatelanat et al., “Liver Failure after Bacillus cereus Food Poisoning, an Under-Recognized Entity: A Case Report,” World Journal of Hepatology 16, no. 11 (2024): 1339–47, https://doi.org/10.4254/wjh.v16.i11.1339.
U.S. Department of Agriculture, Food Safety and Inspection Service, “Leftovers and Food Safety,” diakses September 2026.