ilustrasi suplemen omega 3 (unsplash.com/Kristīne Kozaka)
Banyak produk omega-3 mencantumkan angka besar di kemasannya, misalnya "1000 mg Fish Oil." Tapi angka itu bukan kandungan EPA dan DHA, melainkan berat total minyak ikannya. Kandungan EPA dan DHA yang aktif secara biologis bisa jauh lebih rendah dari angka yang tertulis besar di depan kemasan. Produk berkualitas akan secara jelas mencantumkan berapa mg EPA dan berapa mg DHA per sajian.
Kalau produk hanya menulis "omega-3 total" tanpa rincian, itu pertanda kamu perlu lebih kritis sebelum membeli. Produk dengan kandungan EPA dan DHA tinggi biasanya menggunakan minyak yang lebih terkonsentrasi dan melalui proses pemurnian yang lebih ketat. Proses konsentrasi dan pemurnian yang baik inilah yang juga berkontribusi pada minimnya bau amis pada produk akhirnya. Jadi, memilih produk berdasarkan kandungan EPA dan DHA yang jelas bukan hanya soal efektivitas, tapi juga soal kenyamanan saat dikonsumsi.
Tips pilih suplemen omega-3 yang gak bikin mulut bau amis bisa dimulai dengan menentukan produk yang tepat, menyimpan produk dengan benar, dan mengonsumsinya dengan cara yang sesuai. Tubuh layak mendapatkan nutrisi terbaik tanpa harus melakukan kompromi dengan ketidaknyamanan yang sebenarnya bisa dihindari.
Referensi
"Omega-3 Supplement Guide." Healthline. Diakses pada April 2026
"What to do if your fish oil tastes fishy." Genuine Health. Diakses pada April 2026
"What side effects can fish oil cause?" Medical News Today. Diakses pada April 2026