Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kacang dengan Omega-3 Terbaik untuk Jantung, Walnut Jadi Juara!

5 Kacang dengan Omega-3 Terbaik untuk Jantung, Walnut Jadi Juara!
ilustrasi kesehatan jantung (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Walnut menempati posisi teratas sebagai kacang dengan kandungan omega-3 tertinggi, terutama jenis ALA, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan fungsi pembuluh darah.
  • Pistachio, Brazil nut, pecan, dan almond juga mengandung omega-3 serta nutrisi pendukung seperti selenium, mangan, dan vitamin E yang membantu metabolisme serta perlindungan tubuh.
  • Mengombinasikan berbagai jenis kacang dalam porsi wajar dapat memberikan variasi nutrisi sehat tanpa kelebihan kalori, menjadikannya camilan praktis untuk mendukung kesehatan jantung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kalau kamu lagi cari camilan yang renyah, gurih, tapi tetap ramah untuk kesehatan jantung, kacang bisa jadi pilihan yang pas. Banyak orang mengira kacang cuma tinggi lemak dan kalori, padahal sebagian besar lemaknya justru tergolong lemak sehat, lho.

Salah satu jenis lemak penting yang ada di kacang adalah omega-3, yang dikenal baik untuk jantung. Menariknya, semua jenis kacang mengandung omega-3, meski jumlahnya berbeda-beda.

Ada satu kacang yang kandungan omega-3-nya paling menonjol dibanding yang lain. Lewat artikel ini, kamu akan kenal lima kacang dengan omega-3 terbaik yang bisa kamu pertimbangkan untuk menu harianmu.

1. Walnut

ilustrasi kacang walnut
ilustrasi kacang walnut (pexels.com/Engin Akyurt)

Walnut dikenal sebagai kacang dengan kandungan omega-3 tertinggi dibandingkan jenis kacang lainnya. Dilansir TODAY.com, menurut Natalie Rizzo, seorang registered dietitian sekaligus editor nutrisi, walnut adalah pilihan utama jika kamu mencari sumber lemak sehat dari kacang. Kandungan omega-3 jenis ALA (alpha-linolenic acid) di dalam walnut tergolong paling menonjol. Inilah alasan mengapa walnut sering dikaitkan dengan kesehatan jantung.

Dalam satu porsi kecil, walnut sudah mengandung lemak sehat, protein, dan serat yang cukup mengenyangkan. Natalie Rizzo juga menjelaskan bahwa omega-3 dalam walnut berkaitan dengan indikator kesehatan kardiovaskular. Selain itu, walnut mengandung senyawa lain yang mendukung fungsi pembuluh darah. Kalau kamu ingin fokus menjaga jantung lewat pola makan, walnut bisa jadi pilihan nomor satu.

2. Pistachio

ilustrasi kacang pistachio
ilustrasi kacang pistachio (freepik.com/xb100)

Pistachio mudah dikenali dari warna hijaunya yang cerah dan rasanya yang ringan. Warna tersebut berasal dari kandungan antioksidan alami yang cukup tinggi. Selain itu, pistachio juga mengandung omega-3 meski gak sebanyak walnut. Kombinasi lemak sehat, protein, dan serat membuat kacang ini tetap bermanfaat untuk jantung.

Natalie Rizzo menjelaskan bahwa kacang dengan kandungan lemak sehat dan protein dapat membantu rasa kenyang lebih lama. Pistachio juga relatif lebih rendah kalori dibanding beberapa kacang lain jika dikonsumsi sesuai porsi. Selama tidak berlebihan dan gak terlalu asin, pistachio bisa jadi camilan yang aman untuk jantung. Cocok buat kamu yang ingin variasi selain walnut.

3. Brazil nut

ilustrasi kacang Brazil nut
ilustrasi kacang Brazil nut (vecteezy.com/Olena Rudo)

Brazil nut mungkin terlihat besar dan berat, tapi manfaatnya juga cukup padat. Kacang ini mengandung omega-3 jenis ALA serta nutrisi penting lainnya. Salah satu keunggulan Brazil nut adalah kandungan seleniumnya yang tinggi. Mineral ini sering dikaitkan dengan berbagai fungsi tubuh yang penting.

Natalie Rizzo menjelaskan bahwa selenium berperan dalam mendukung kesehatan jantung dan metabolisme tubuh. Namun karena kandungan nutrisinya sangat tinggi, Brazil nut sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah kecil. Beberapa butir saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan harian. Buat kamu yang ingin nutrisi maksimal dari porsi kecil, Brazil nut bisa dipertimbangkan.

4. Pecan

ilustrasi kacang pecan
ilustrasi kacang pecan (vecteezy.com/info49095)

Pecan memiliki rasa lembut dan tekstur buttery yang mirip dengan walnut. Gak heran jika kandungan lemak sehatnya juga cukup tinggi. Meski omega-3-nya gak sebanyak walnut, pecan tetap memberikan kontribusi lemak baik untuk kesehatan jantung. Selain itu, pecan juga mengandung serat dan protein dalam jumlah sedang.

Natalie Rizzo menjelaskan bahwa pecan termasuk kacang dengan kandungan mineral yang cukup baik. Salah satunya adalah mangan, yang berperan dalam metabolisme tubuh. Dengan rasanya yang ringan, pecan cocok dijadikan tambahan salad atau camilan sehat. Buat kamu yang gak suka rasa kacang yang terlalu keras, pecan bisa jadi alternatif menarik.

5. Almond

ilustrasi kacang almond
ilustrasi kacang almond (pexels.com/Marek Kupiec)

Almond sering dikenal sebagai kacang tinggi protein, meskipun kandungan omega-3-nya lebih rendah dibandingkan kacang lain di daftar ini. Meski begitu, almond tetap mengandung sedikit ALA yang bermanfaat. Selain itu, almond merupakan sumber vitamin E yang cukup tinggi. Vitamin ini dikenal sebagai antioksidan yang mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Menurut Natalie Rizzo, almond cocok untuk kamu yang ingin kombinasi protein, serat, dan lemak sehat. Almond juga sering dikaitkan dengan rasa kenyang yang lebih tahan lama. Meski bukan juara omega-3, almond tetap layak dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Apalagi kacang ini mudah ditemukan dan fleksibel diolah.

Dari lima jenis kacang di atas, walnut memang layak disebut sebagai juara omega-3 untuk kesehatan jantung. Namun, bukan berarti kamu harus mengandalkan satu jenis kacang saja, ya. Mengombinasikan berbagai kacang bisa membantumu mendapatkan nutrisi yang lebih beragam.

Tetap perhatikan porsi karena kacang cukup tinggi kalori jika dikonsumsi berlebihan. Dengan pilihan yang tepat, camilan sederhana seperti kacang bisa jadi langkah kecil untuk menjaga jantungmu tetap sehat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Health

See More