Seiring bertambahnya usia, kesehatan mulut sering kali tidak mendapat perhatian sebesar jantung atau tulang. Padahal, penyakit gusi bukan cuma soal gigi goyang atau bau mulut. Pada tingkat yang berat, periodontitis (infeksi serius pada jaringan pendukung gigi seperti gusi, ligamen, dan tulang alveolar, yang menyebabkan kerusakan progresif) dapat memicu peradangan kronis dan berdampak pada kualitas hidup lansia.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition, Health and Aging menyoroti satu faktor nutrisi yang selama ini kerap luput dari perhatian, yaitu likopen, yang merupakan pigmen karotenoid yang memberi warna merah pada tomat dan beberapa buah lain. Penelitian ini menemukan bahwa lansia yang asupan likopennya rendah memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami periodontitis berat.
Tim peneliti menganalisis data kesehatan dan nutrisi dari 1.227 orang dewasa usia 65–79 tahun yang mengikuti National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) periode 2009–2014.
Hasilnya cukup mencolok. Hampir setengah peserta (48,7 persen) mengalami periodontitis dalam berbagai tingkat keparahan. Di sisi lain, 77,9 persen lansia dalam studi ini ternyata tidak mengonsumsi likopen dalam jumlah yang cukup. Ini menunjukkan betapa umum kekurangan nutrisi ini pada lansia.
