Vaksin influenza selama ini dikenal sebagai perlindungan terhadap infeksi virus flu musiman. Namun, temuan terbaru menunjukkan manfaatnya mungkin jauh melampaui pencegahan flu.
Sebuah metaanalisis besar yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Public Health menemukan bahwa vaksin influenza dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung (infark miokard) sebesar 18 persen dibanding mereka yang tidak divaksinasi.
Analisis ini dipimpin oleh peneliti dari Zhejiang Chinese Medical University, Hangzhou, China, dan menggabungkan data dari 15 studi observasional—terdiri dari studi kohort, kasus-kontrol, serta self-controlled case series. Total partisipannya mencapai 23,5 juta orang, dengan mayoritas berusia antara 57 hingga 77 tahun. Skala ini menjadikannya salah satu analisis paling komprehensif tentang hubungan vaksin influenza dan kesehatan jantung hingga saat ini.
Ketika seluruh data digabungkan, para peneliti menemukan bahwa individu yang menerima vaksin influenza memiliki peluang lebih rendah mengalami serangan jantung, dengan penurunan risiko berada dalam rentang 14–22 persen (95 persen CI). Hubungan ini tidak berdiri pada satu jenis desain penelitian saja, melainkan muncul konsisten di berbagai metode analisis, memperkuat keandalan temuan.
Menariknya, hasil ini sejalan dengan pola epidemiologis yang telah lama diamati, bahwa angka serangan jantung cenderung meningkat selama musim flu. Infeksi influenza diketahui dapat memicu peradangan sistemik, meningkatkan stres pada pembuluh darah, dan memperburuk kondisi kardiovaskular yang sudah ada. Dalam konteks ini, vaksin influenza tidak lagi sekadar intervensi infeksi, melainkan bagian dari upaya pencegahan penyakit jantung.
