Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perbedaan Virus Nipah dan Flu: Jangan Sampai Salah

Seorang perempuan sakit flu.
ilustrasi sakit flu (freepik.com/benzoix)
Intinya sih...
  • Virus Nipah berasal dari hewan dan menular ke manusia, sementara flu menyebar antarmanusia tanpa perlu perantara hewan.
  • Penularan Virus Nipah lewat kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, sedangkan flu menyebar dengan sangat mudah melalui batuk, bersin, atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi.
  • Gejala awal virus Nipah dan flu mirip, tetapi virus Nipah bisa berkembang cepat menjadi radang otak mematikan dengan tingkat kematian yang sangat tinggi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sekilas, gejala infeksi virus Nipah dan flu memang terlihat mirip. Keduanya sama-sama menyebabkan demam, badan pegal, sakit kepala, dan bikin lemas. Namun, jangan tertipu gejalanya, karena di balik kemiripan itu, tingkat bahaya kedua penyakit ini jauh berbeda. Virus Nipah bisa berujung fatal, sementara flu umumnya bisa sembuh sendiri.

Maka dari itu, penting untuk tahu perbedaan infeksi virus Nipah dan flu, supaya kamu tidak menyepelekan gejala yang ternyata bisa berbahaya. Di sini akan diulas perbedaan keduanya.

1. Asal penyebab

Virus Nipah adalah zoonosis, yang artinya berasal dari hewan dan bisa menular ke manusia.

Virus ini pertama kali ditemukan di Malaysia tahun 1998 dan pembawanya adalah kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus. Penularan bisa terjadi lewat hewan perantara, seperti babi, atau makanan yang terkontaminasi air liur dan urine kelelawar.

Sementara itu, flu disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, C, atau D. Kendati sama-sama virus RNA, tetapi influenza berasal dari keluarga yang berbeda dan menyebar antarmanusia tanpa perlu perantara hewan.

2. Cara penularan

Virus Nipah menular lewat kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, seperti air liur, urine, atau darah. Di beberapa negara Asia Selatan, penularan sering terjadi lewat konsumsi nira kurma mentah yang terkontaminasi oleh kelelawar. Penularan antarmanusia bisa terjadi, tetapi biasanya hanya pada kontak dekat, seperti merawat pasien tanpa alat pelindung.

Sebaliknya, flu menyebar dengan sangat mudah. Batuk, bersin, ngobrol terlalu dekat, sampai memegang gagang pintu yang terkontaminasi bisa jadi jalur penularan. Itu sebabnya flu bisa menyebar luas setiap tahun, terutama saat musim hujan atau dingin.

3. Gejala awal

Seorang perempuan sakit flu.
Ilustrasi orang yang sedang flu (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Infeksi virus Nipah dan flu memiliki gejala awal yang mirip, yaitu:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Lemas.
  • Batuk dan sakit tenggorokan.

Masalahnya, pada virus Nipah, kondisi bisa memburuk dengan sangat cepat. Dalam hitungan hari, penderita bisa mengalami gangguan saraf seperti pusing berat, kebingungan, mengantuk ekstrem, kejang, sampai koma karena peradangan otak (ensefalitis).

Sementara itu, flu biasanya memuncak dalam 3–7 hari. Memang bisa menyebabkan tumbang, tetapi jarang berkembang jadi gangguan otak atau kondisi fatal, kecuali pada lansia, bayi, atau orang dengan daya tahan tubuh lemah.

4. Masa inkubasi

Virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 3–14 hari, bahkan bisa sampai 45 hari. Artinya, kamu bisa terlihat sehat dulu sebelum tiba-tiba sakit parah.

Sementara itu, flu lebih cepat terasa, biasanya 1–4 hari setelah terpapar virus. Itu sebabnya flu cepat dikenali dan ditangani.

5. Tingkat keparahan dan risiko kematian

Di sinilah perbedaan paling mencolok. Virus Nipah punya tingkat kematian yang sangat tinggi, sekitar 40–75 persen. Banyak pasien meninggal karena peradangan otak, dan yang selamat pun berisiko mengalami gangguan saraf jangka panjang.

Flu, walaupun sering dianggap sepele, tetap bisa mematikan, tetapi risikonya jauh lebih kecil pada orang sehat. Angka kematian flu pada dewasa sehat biasanya di bawah 0,1 persen. Selain itu, flu sudah punya vaksin dan obat antivirus untuk menekan dampaknya.

6. Cara diagnosis dan pencegahan

Seorang perempuan yang sedang sakit flu.
ilustrasi seorang perempuan yang sedang sakit (freepik.com/benzoix)

Virus Nipah didiagnosis lewat tes PCR dan pemeriksaan laboratorium khusus karena termasuk virus berbahaya. Sampai sekarang belum ada obat spesifik untuk virus Nipah, jadi perawatannya bersifat suportif.

Pencegahan virus Nipah berfokus pada:

  • Menghindari konsumsi nira kurma mentah.
  • Tidak kontak dengan kelelawar atau hewan sakit.
  • Memasak daging sampai matang.
  • Menggunakan APD saat merawat pasien.

Sementara itu, flu bisa dicegah dengan:

  • Vaksin flu tahunan.
  • Rajin cuci tangan.
  • Pakai masker saat sakit.
  • Menjaga daya tahan tubuh.

Walaupun gejala awal virus Nipah dan flu terlihat mirip, tetapi dampaknya sangat berbeda. Flu umumnya ringan dan bisa sembuh sendiri, sementara infeksi virus Nipah bisa berkembang cepat menjadi radang otak mematikan.

Jadi, jika ada demam dan gejala flu yang tidak biasa, apalagi disertai gangguan kesadaran atau kejang, jangan anggap remeh. Lebih baik periksa ke fasilitas kesehatan secepatnya. Waspada bukan berarti panik, tetapi peduli pada keselamatan diri sendiri dan orang sekitar.

Referensi

"Nipah virus: Facts for Clinicians." Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada Februari 2026.

"Nipah Virus Infection." Communicable Diseases Agency. Diakses pada Februari 2026.

"Nipah Virus Vs Common Flu – How To Differentiate?" Only My Health. Diakses pada Februari 2026.

Singh, R. K., Dhama, K., Chakraborty, S., Tiwari, R., Natesan, S., Khandia, R., Munjal, A., Vora, K. S., Latheef, S. K., Karthik, K., Malik, Y. S., Singh, R., Chaicumpa, W., & Mourya, D. T. (2019). "Nipah virus: epidemiology, pathology, immunobiology and advances in diagnosis, vaccine designing and control strategies – a comprehensive review." Veterinary Quarterly, 39(1), 26–55. https://doi.org/10.1080/01652176.2019.1580827.

"Nipah Virus: What Is It, Where Is It Found and How Does It Spread?" UK Health Security Agency. Diakses pada Februari 2026.

"Nipah Virus." World Health Organization. Diakses pada Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

10 Latihan Efektif untuk Menguatkan Fungsi Paru-paru

08 Feb 2026, 12:06 WIBHealth