Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi vaksinasi flu.
ilustrasi vaksinasi (unsplash.com/Ed Us)

Intinya sih...

  • Vaksin flu 2025–2026 memberikan perlindungan moderat terhadap penyakit berat, meski terjadi pergeseran virus.

  • Efektivitas tertinggi terlihat pada anak-anak, sementara perlindungan menurun pada lansia.

  • Vaksinasi tetap krusial untuk menekan keparahan flu di tengah sirkulasi virus yang agresif.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim flu 2025–2026 datang lebih awal dan bergerak lebih cepat dari perkiraan. Dalam hitungan minggu, kasus influenza melonjak di berbagai wilayah, dipicu oleh dominasi virus influenza A(H3N2) subclade K, varian yang tidak sepenuhnya sesuai dengan strain yang digunakan dalam pengembangan vaksin musim ini.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran lama yang selalu muncul setiap musim flu: apakah vaksin masih bekerja ketika virus berubah arah?

Dua analisis terbaru dari Prancis dan China memberikan gambaran yang lebih menenangkan. Meski tidak sempurna, tetapi vaksin flu musim ini tetap menawarkan perlindungan nyata, terutama terhadap penyakit berat.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Eurosurveillance dan berasal dari analisis data dunia nyata, yang mana pasien yang benar-benar datang berobat, diuji, dan dirawat di fasilitas kesehatan selama awal musim flu.

Perlindungan terkuat terlihat pada anak-anak

Di Prancis, peneliti dari Hospices Civils de Lyon menganalisis lebih dari 24 ribu pasien yang menjalani tes influenza antara November 2025 hingga Januari 2026. Sekitar 22,5 persen di antaranya terkonfirmasi positif flu. Dari data ini, efektivitas vaksin terhadap kasus influenza tercatat sebesar 36,4 persen.

Angka tersebut ternyata tidak merata di semua usia. Anak-anak usia 0–17 tahun mendapatkan perlindungan tertinggi, dengan efektivitas mencapai 57,2 persen. Pada kelompok dewasa usia 18–64 tahun, efektivitas berada di angka 45,1 persen. Sementara itu, pada kelompok usia 65 tahun ke atas, perlindungan lebih rendah, dengan puncak sekitar 27,7 persen.

Pola serupa juga terlihat di Beijing. Dalam studi paralel yang melibatkan hampir 9.600 pasien, efektivitas vaksin terhadap influenza terkonfirmasi mencapai 41,3 persen, meski hampir seluruh kasus disebabkan oleh subclade K yang tidak tercakup dalam vaksin. Lagi-lagi, anak-anak mendapat manfaat terbesar. Pada anak usia di bawah 5 tahun, efektivitas vaksin mencapai 70,9 persen, lalu menurun seiring usia bertambah.

Peneliti mencatat, anak-anak usia sekolah menyumbang proporsi kasus yang tidak biasa besar musim ini. Lingkungan sekolah memudahkan penularan, dan subclade K diketahui sangat mudah menyebar.

Vaksinasi tetap relevan walaupun tidak sempurna

ilustrasi vaksinasi flu pada anak (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Ada satu pesan penting dari tim peneliti, bahwa walaupun terjadi vaccine mismatch akibat pergeseran antigenik virus, tetapi vaksin flu tetap memberi perlindungan yang bermakna secara statistik pada semua kelompok usia. Artinya, vaksinasi masih membantu menurunkan risiko jatuh sakit parah dan rawat inap.

Efek perlindungan ini menjadi sangat penting bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak dan orang lanjut usia, di tengah sirkulasi virus yang tinggi dan cepat. Data juga menunjukkan bahwa vaksin membantu meredam dampak flu bahkan ketika virus dominan bukanlah strain yang diprediksi saat vaksin dirancang.

Para peneliti dari Prancis dan China sepakat bahwa meningkatkan cakupan vaksinasi tetap menjadi strategi utama untuk menghadapi sisa musim flu 2025–2026. Di dunia nyata, vaksin flu jarang bekerja secara sempurna—tetapi justru di situlah nilainya, yaitu mengurangi keparahan, menurunkan risiko komplikasi, dan memberi waktu bagi sistem kesehatan untuk bernapas.

Musim flu mungkin berubah arah, tetapi vaksinasi tetap menjadi salah satu perlindungan paling konsisten yang kita miliki.

Referensi

De Clercq Allan, Blanquart François, Vieillefond Vincent, Visseaux Benoit, Jacques Alexandra, Haim-Boukobza Stéphanie, Wehrle Valentin, Deleglise Guillaume, Duret Thomas, Bernard-Stoecklin Sibylle, Perez-Bercoff Danielle, Oblette Antoine, Lina Bruno, Rameix-Welti Marie Anne, Josset Laurence, Enouf Vincent, Bal Antonin, on behalf of the RELAB study group. Interim vaccine effectiveness against influenza virus among outpatients, France, October 2025 to January 2026. Euro Surveill. 2026;31(2):pii=2500992. https://doi.org/10.2807/1560-7917.ES.2026.31.2.2500992

Shen Ying, Zhang Daitao, Feng Zhaomin, Ma Chunna, Shi Weixian, Duan Wei, Li Jia, Zhang Lu, Wu Dan, Zhang Jiaojiao, Ma Jiaxin, Wang Yingying, Hu Xiaodi, Yan Shuning, Di Yuanzhi, Zhao Jiachen, Xu Hui, Wang Quanyi, Yang Peng. [Expression of concern published on 16 January 2026] Moderate protection from vaccination against influenza A(H3N2) subclade K in Beijing, China, September to December 2025. Euro Surveill. 2026;31(2):pii=2500993. https://doi.org/10.2807/1560-7917.ES.2026.31.2.2500993

Editorial Team