Influenza beredar di berbagai belahan dunia. Dalam laporan edisi ke-38 untuk minggu epidemiologi ke-37 tahun 2026 yang terbit pada 25 September 2026, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan peningkatan kecil aktivitas influenza di beberapa negara Asia Tenggara. Namun, secara umum deteksi influenza secara global masih rendah.
WHO Catat Flu Meningkat di Sejumlah Negara Asia Tenggara

1. Angka positif influenza global sekitar 10 persen
Pada minggu tersebut, sekitar 10 persen spesimen yang diperiksa dalam pemantauan WHO dinyatakan positif influenza.
Virus influenza A menjadi jenis yang paling banyak terdeteksi secara global.
Namun, menurut WHO jumlah deteksi influenza secara keseluruhan masih rendah.
2. Ada sedikit kenaikan di beberapa negara Asia Tenggara
WHO melaporkan kenaikan kecil aktivitas influenza di sejumlah negara Asia Tenggara; tingkat positivitas lebih dari 30 persen di satu atau beberapa negara kawasan tersebut, bergantung pada zona pemantauan yang dibahas.
Angka lebih dari 30 persen itu merujuk pada proporsi spesimen yang positif di negara-negara tertentu, dan laporan tersebut tidak merinci nama negara dalam bagian tersebut.
3. Kenaikan regional bukan berarti flu hanya muncul pada musim tertentu
Di wilayah tropis, influenza dapat beredar sepanjang tahun dengan pola dan intensitas yang berbeda-beda. Wabah di kawasan tropis cenderung lebih tidak teratur dibandingkan epidemi musiman yang biasanya memuncak pada musim dingin di wilayah beriklim sedang.
Karena itu, laporan kenaikan di beberapa negara Asia Tenggara merupakan pembaruan pemantauan pada periode tertentu, bukan penanda bahwa semua negara di kawasan sedang mengalami lonjakan kasus.
Flu dapat menimbulkan gejala ringan, tetapi berisiko lebih berat pada kelompok tertentu, seperti anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis.
Vaksinasi merupakan langkah penting untuk mencegah influenza dan menganjurkan vaksinasi tahunan, terutama bagi kelompok berisiko.
Menjaga kebersihan tangan, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta beristirahat di rumah ketika sakit juga membantu mengurangi penularan. Jika gejala memburuk atau kamu termasuk kelompok berisiko, sebaiknya mencari pertolongan medis.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Flu Membaik Lalu Demam Lagi? Waspadai Infeksi Sekunder02 Oct 2026, 07:05 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- Apakah Flu Bisa Menyebabkan Bronkitis? Ini Penjelasannya01 Oct 2026, 09:04 WIB
- Setelah Pulih, Apakah Seseorang Bisa Terkena Influenza Lagi?30 Sep 2026, 07:05 WIB