Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
WHO: Obesitas Anak Tak Cukup Ditangani dengan Diet dan Olahraga
ilustrasi anak obesitas (vecteezy.com/thodsapol thongdeekhieo)
  • WHO menganjurkan penanganan terpadu yang mencakup pola makan, aktivitas fisik, dan perubahan perilaku.

  • Program perlu menyesuaikan kebutuhan anak, melibatkan keluarga, dan dapat memperhatikan pola tidur serta kebiasaan sedenter.

  • Rekomendasi yang kuat tidak berarti semua intervensi didukung bukti berkepastian tinggi atau pasti memberi hasil sama pada setiap anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat anak hidup dengan obesitas, perhatian keluarga sering kali terfokus pada pola makan dan aktivitas fisik. Keduanya memang bagian penting dari perawatan, tetapi panduan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memasukkan dukungan perubahan perilaku, keterlibatan keluarga, dan penyesuaian program dengan kondisi setiap anak.

Panduan khusus anak ini mencakup usia 29 hari hingga kurang dari 10 tahun.

1. Penanganan menggabungkan tiga komponen utama

WHO merekomendasikan program terstruktur yang menggabungkan intervensi pola makan, aktivitas fisik, dan perubahan perilaku yang disebut multimodal.

Programnya dapat diberikan di layanan kesehatan atau lingkungan komunitas, dengan pengawasan tenaga kesehatan yang memahami gizi, aktivitas fisik, dan perubahan perilaku.

Tujuannya tidak hanya mengubah angka berat badan. Panduan WHO mendorong perawatan yang memperhatikan kesehatan, fungsi sehari-hari, dan kesejahteraan anak. Karena kebutuhan dan keadaan tiap anak berbeda, tidak ada satu rancangan program yang otomatis cocok untuk semua.

2. Pola makan perlu sesuai kebutuhan dan kebiasaan anak

Intervensi pola makan yang terstruktur perlu mempertimbangkan usia, kondisi kesehatan, pilihan dan frekuensi makan, edukasi gizi, serta konteks budaya.

WHO menganjurkan tenaga kesehatan dengan pengetahuan gizi untuk menilai dan mengawasi rencana tersebut. Orang tua atau pengasuh juga perlu dilibatkan. Dengan begitu, program makan bukan cuma membuat daftar makanan yang harus dihindari. Ketersediaan pangan di rumah, kebiasaan keluarga, waktu untuk menyiapkan makanan, serta kemampuan membeli bahan pangan juga dapat memengaruhi penerapannya.

3. Aktivitas fisik perlu dibuat sesuai kemampuan dan minat

ilustrasi anak laki-laki mengalami obesitas (magnific.com/jcomp)

Rencana aktivitas fisik perlu mempertimbangkan usia, kondisi kesehatan, budaya, serta minat anak. Kegiatan yang menyenangkan dan tidak berorientasi pada kompetisi bisa lebih disukai sebagian anak. Keluarga dapat ikut mendukung anak agar gerak menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Akses juga berpengaruh. Anak membutuhkan kesempatan bergerak di tempat yang aman dan terjangkau, termasuk dukungan sekolah dan komunitas. Program perlu disesuaikan agar anak dengan disabilitas maupun mereka yang menghadapi hambatan sosial tetap dapat berpartisipasi.

4. Perubahan perilaku, tidur, dan kebiasaan sedenter turut diperhatikan

Dukungan perubahan perilaku membantu anak dan keluarga membangun kebiasaan yang dapat dipertahankan. Bentuknya dapat mencakup terapi perilaku, penetapan tujuan, pemantauan kebiasaan, pemecahan masalah, dan dukungan motivasi. WHO menekankan pendekatan yang praktis, menyenangkan, serta disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak.

Program multimodal juga dapat memasukkan perhatian pada pola tidur dan kebiasaan sedenter, seperti terlalu lama duduk. Namun, panduan WHO mencatat bahwa bukti langsung mengenai dampak intervensi tidur dan sedenter pada anak dengan obesitas masih terbatas.

5. Tidak ada solusi tunggal untuk obesitas pada anak

WHO merekomendasikan pendekatan yang menggabungkan beberapa strategi sekaligus untuk membantu anak yang hidup dengan obesitas. Meski demikian, bukti ilmiah yang tersedia saat ini masih terbatas. Dalam menyusun rekomendasinya, yang dinilai bukan cuma hasil penelitian, tetapi WHO juga mempertimbangkan manfaat dan risiko, kebutuhan anak dan keluarga, biaya, kemudahan akses, serta kemungkinan program diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi ini didasarkan pada tinjauan Cochrane yang mencakup 34 penelitian dengan hampir 7.000 anak usia 4-9 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa program dapat membantu meningkatkan aktivitas fisik atau sedikit memperbaiki kualitas hidup. Namun, dampaknya terhadap hasil penting lain, seperti IMT, kesejahteraan fisik, dan kesehatan mental, masih terbatas.

WHO mendukung perawatan yang menggabungkan berbagai pendekatan dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak. Keberhasilan program juga dipengaruhi oleh faktor sehari-hari, seperti biaya, waktu keluarga, lingkungan tempat tinggal, serta dukungan dari sekolah dan komunitas.

Referensi

World Health Organization, "WHO Guideline on the Integrated Management of Obesity in Children (Geneva: World Health Organization, 2026)", https://www.who.int/publications/i/item/9789240123397.

Juan V. A. Franco et al., “Multimodal Health Behaviour-Changing Interventions for Children Living with Obesity and Their Parents,” Cochrane Database of Systematic Reviews, no. 12 (2025): CD016063, https://doi.org/10.1002/14651858.CD016063.

Curated For You

Editorial Team

Related Article