Pada 13 Februari 2026, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan prakualifikasi tambahan untuk vaksin polio oral novel tipe 2 (nOPV2). Keputusan ini menjadi fondasi penting dalam memastikan dunia memiliki pasokan vaksin yang cukup, aman, dan efektif untuk merespons wabah poliovirus tipe 2.
Status prakualifikasi berarti vaksin tersebut memenuhi standar internasional terkait mutu, keamanan, dan efektivitas. Dengan status ini, vaksin dapat dibeli dan didistribusikan melalui lembaga pengadaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk UNICEF, sehingga penggunaannya dapat menjangkau berbagai negara yang membutuhkan.
Produk terbaru ini diproduksi oleh Biological E. Limited di India, menggunakan bahan baku vaksin hasil alih teknologi dari PT Bio Farma (Persero). Sebelumnya, WHO telah memprakualifikasi nOPV2 yang diproduksi Bio Farma, termasuk formulasi yang diisi oleh Biological E. menggunakan bulk dari Indonesia.
Langkah ini memperluas basis produksi global nOPV2. Dalam konteks kesehatan masyarakat, diversifikasi manufaktur berarti ketahanan pasokan yang lebih baik, terutama saat wabah membutuhkan respons cepat dan skala besar.
