Dalam rangka World Water Week 2025 yang diperingati pada 24-28 August 2025, laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) menyoroti kesenjangan besar dalam akses air bersih, sanitasi, dan layanan kebersihan. Meski ada kemajuan dalam satu dekade terakhir, tetapi miliaran orang masih belum memiliki akses yang layak. Akibatnya, mereka berisiko lebih tinggi terkena penyakit dan mengalami keterpinggiran sosial.
Laporan berjudul "Progress on Household Drinking Water and Sanitation 2000–2024: Special Focus on Inequalities" mengungkap bahwa masyarakat di negara berpenghasilan rendah, wilayah rentan konflik, komunitas pedesaan, anak-anak, serta kelompok etnis minoritas dan masyarakat adat adalah yang paling terdampak oleh ketidaksetaraan ini.