Psychopathy merupakan bentuk gangguan kepribadian (personality disorder). Psychopathy diidentifikasi dari kondisi penderita dengan melihat beberapa hal seperti sisi afektif, interpersonal dan kecenderungan perilaku. Dari sisi afektif, menurut Society for the Scientific Study of Psychopathy, psikopat atau mereka yang menderita gangguan psychopathy tidak memiliki rasa bersalah dan empati. Mereka juga tidak memiliki keterikatan emosional dengan orang lain. Dari sisi interpersonal, seorang psikopat cenderung memiliki sifat narsistik/narsisme serta menunjukkan perilaku impulsif yang berhubungan dengan kekerasan dan antisosial.
Psikopat tidak sama dengan sosiopat meski keduanya sama-sama digolongkan sebagai Antisocial Personality Disorder (ASPD). Seorang psikopat berada di level yang lebih berbahaya dibandingkan sosiopat, dan dapat digolongkan sebagai penderita gangguan kejiwaan (mental illness).
Penyebab seseorang menderita psychopathy memang masih menjadi perdebatan, tetapi banyak psikiatri meyakini bahwa penyebab psychopathy merupakan kombinasi dari beberapa hal yang dilakukan dalam jangka waktu yang lama hingga mampu mempengaruhi seseorang menjadi psikopat, seperti di bawah ini:
