Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Film yang Ambil Latar Dirty War di Argentina Era 1976—1983

5 Film yang Ambil Latar Dirty War di Argentina Era 1976—1983
adegan film Azor karya Andreas Fontana (dok. Alina Films/Azor)

Dirty War merupakan istilah yang dipakai untuk menjelaskan fenomena politik dan krisis keamanan yang terjadi di Argentina pada 1976—1983. Melansir laman History, fenomena tersebut dimulai dengan kudeta militer yang dilakukan untuk menjatuhkan Isabel Peron, wakil presiden yang secara konstitusional otomatis menggantikan Presiden Juan Peron yang meninggal karena serangan jantung.

Militer kemudian melakukan "pembersihan" dengan menculik dan melenyapkan politikus, aktivis, dan warga yang dianggap pro Peron dan beraliran politik kiri atau sosialis. Proses ini sering kali tidak konstitusional alias dilakukan semena-mena tanpa bukti konkret.

Tak hanya orang dewasa, korban Dirty War juga mencakup anak-anak. Fransisco Goldman dalam artikelnya untuk New Yorker berjudul "Children of the Dirty War" menyatakan bahwa anak-anak dari para korban penculikan tersebut diambil paksa, dihapus identitasnya, kemudian diadopsi oleh keluarga militer atau diserahkan kepada panti asuhan.

Sejarah mengerikan tersebut tentu tidak bisa dilupakan begitu saja. Apalagi oleh keluarga korban dan saksi mata. Ketika akhirnya rezim militer jatuh pada 1983, mulai muncul film-film yang mencoba menilik peristiwa pilu tersebut.

Berikut film yang ambil latar Dirty War di Argentina era 1976—1983.

1. The Official Story (1985)

The Official Story dirilis 2 tahun usai rezim militer Argentina jatuh. Film ini menggambarkan kehidupan dan nasib anak-anak yang diculik selama era kelabu tersebut. Sudut pandangnya seorang guru SMA yang berusaha mencari tahu sosok orang tua biologis gadis kecil yang ia adopsi pada 1983. 

Ketika riset mandirinya berlangsung, ia curiga kalau sang putri kecil tersebut merupakan anak dari korban penculikan dan pembunuhan brutal sistematis beberapa tahun lalu. The Official Story berhasil meraih Piala Oscar untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik tahun 1986. 

2. Nuestros Desparecidos (2008)

Nuestros Desparecidos merupakan film dokumenter yang memotret perjuangan aktivis dan keluarga korban pembunuhan junta militer menuntut keadilan serta mengenang keberadaan mereka. Beberapa dekade sejak 1983, orang Argentina mulai melupakan kejadian tragis tersebut. Ini perjuangan orang-orang yang menolak lupa. 

Sebenarnya Dirty War tidak hanya terjadi di Argentina, tetapi juga terpantau pernah menghantui beberapa negara Amerika Latin dan Asia. Itu termasuk Indonesia pada masa 1960-an.

3. Corporate Accountability (2020)

Mirip dengan film sebelumnya, karya satu ini juga berformat dokumenter. Bedanya, ia dipotret dari sudut pandang pegawai pabrik yang tak luput jadi korban penculikan dan penyiksaan selama Dirty War. 

Ternyata semua mungkin terjadi karena campur tangan para pemilik modal alias petinggi pabrik-pabrik strategis di Argentina. Film ini digarap dan dinarasikan sendiri oleh Jonathan Perel. Haunting dan suram, tetapi penting untuk diketahui. 

4. Azor (2021)

Azor merupakan film fiktif yang dibuat mengikuti kacamata seorang pegawai bank asal Swiss bernama Yvan De Wiel. Ia terpaksa pergi ke Argentina untuk menggantikan posisi mitra kerjanya yang menghilang misterius.

Latarnya tahun 1980 ketika Argentina berada di tengah Dirty War yang membuat hilangnya seseorang jadi hal yang menegangkan, tetapi bukan abnormal. Film ini mencoba mengkritik bagaimana ketegangan politik dan krisis kemanusiaan di negara tersebut tidak memengaruhi kehidupan orang-orang kelas atas. 

5. Argentina, 1985 (2022)

Berlatar tahun 1985, film ini mengikuti perjuangan nyata sekelompok pengacara dan ahli hukum yang hendak menuntut keadilan untuk para korban Dirty War. Mereka bertekad mengadili orang-orang yang dianggap bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan tersebut. 

Meski begitu, dengan kekuasaan yang dimiliki para petinggi militer, perjuangan mereka penuh tantangan. Diwarnai ancaman dan berbagai ketidaknyamanan lain. 

Meski sudah berlalu beberapa dekade silam, dampak psikis dari krisis kemanusiaan akan melekat erat di benak para penyintas dan keluarga korban. Semoga film-film di atas bisa jadi pengingat agar kita tak melupakan tragedi serupa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Ayu Silawati
EditorDwi Ayu Silawati
Follow Us

Latest in Hype

See More

8 Meme Cewek Anime Malu-Malu, Malah Makin Tenar

07 Apr 2026, 21:04 WIBHype
Siapa Alyssa Cordes?

Siapa Alyssa Cordes?

07 Apr 2026, 20:10 WIBHype