6 Film yang Cocok Kamu Tonton saat Merasa Hilang Arah

Merasa hilang arah, tak beride, dan bingung harus melangkah ke mana? Mungkin ini saatnya berhenti sejenak dan melakukan refleksi. Kamu bisa melakukan banyak hal untuk itu, salah satunya mencari inspirasi lewat film. Dalam keadaan galau dan gelisah, ada baiknya kamu memilih tontonan yang menyejukkan hati.
Enam film berikut ideal kamu tonton saat merasa hilang arah. Isunya lekat dengan kekalutan khas usia 20—30-an. Plotnya pun dikemas dengan realistis. Dinikmati sendirian lebih bermakna dan personal rasanya.
1. Frances Ha (2012)

Frances Ha merupakan salah satu film yang mengawali kolaborasi brilian Noah Baumbach dan Greta Gerwig. Gerwig bahkan memerankan sendiri lakon dalam film ini. ia memerankan Frances, seorang perempuan muda yang pindah ke New York untuk meniti karier sebagai penari profesional. Namun, dalam prosesnya, ia justru mengalami kesulitan keuangan kala rekannya memilih pindah dari apartemen yang mereka sewa bersama. Frances Ha seperti penyemangat buat penontonnya. Ia menyuguhkan cerita relatable buat anak-anak muda dengan mimpi besar yang pada prosesnya harus terbentur realitas.
2. The Roof (1956)

The Roof kurang lebih bicara isu yang sama. Film klasik karya Roberto de Sica ini mengikuti balada pengantin baru yang bertekad punya rumah baru di tengah keterbatasan ekonomi. Meski ada opsi untuk tinggal di rumah orangtua mempelai lelaki, kondisi yang tak kondusif membulatkan niat mereka untuk mencoba membangun rumah sendiri di sebuah lahan kosong. Kisahnya kocak, mengharukan, dan realistis. Gak heran karya de Sica dikenal sebagai pelopor sinema neorealisme dunia.
3. Inside Llewyn Davis (2013)

Ketidakjelasan hidup juga dirasakan Llewyn Davis, seorang musisi yang terlunta-lunta setelah kehilangan kontrak rekaman. Tak punya uang untuk menyewa apartemen, ia lalu tidur berpindah-pindah di rumah rekan, kerabat, dan kenalannya. Filmnya berlatarkan 1960-an dan mengikuti 1 minggu dalam hidup Davis. Ini salah satu film paling awal aktor Oscar Isaac yang mengekspos bakat aktingnya yang di atas rata-rata.
4. Cha Cha Real Smooth (2022)

Cha Cha Real Smooth adalah film kedua Cooper Raiff yang ia bintangi sendiri. Mirip dengan film debutnya, Shithouse (2020), ia masih berkutat pada tema-tema seputar kegelisahan khas anak muda. Raiff memerankan Andrew, pemuda 20-an yang baru saja lulus kuliah dan bekerja serabutan sebagai pengisi acara pesta. Awalnya hendak menabung untuk menyusul kekasihnya yang pindah ke Eropa, Andrew justru menemukan pencerahan dan kenalan baru yang mengubah hidupnya dari pekerjaan itu.
5. Lunana: A Yak in the Classroom (2019)

Pesimis akan masa depannya di Bhutan, Ugyen berniat untuk pindah permanen ke Australia. Sambil menunggu visanya disetujui, ia menuntaskan tanggungan kontraknya sebagai guru. Tak pernah ia sangka, lokasi sekolah barunya justru amat terpencil dan jauh dari peradaban modern. Awalnya ogah-ogahan dan kesal, perlakuan murid-murid baru dan penduduk desa perlahan mengubah perangai dan perspektifnya soal tujuan hidupnya. Menawan dan kontemplatif, film ini cocok ditonton saat bimbang dan butuh pencerahan.
6. Tokyo Story (1953)

Tokyo Story adalah film klasik Jepang yang banyak direkomendasikan. Dibuat oleh sineas Yasujirô Ozu yang gemar pakai bikin shot menawan nan simetris di filmnya, kamu bakal dimanjakan betul. Ceritanya pun unik, yakni perjalanan pasutri lansia mengunjungi anak-anak mereka yang sudah berkeluarga.
Tak sesuai dugaan, mereka tak mendapat sambutan yang benar-benar hangat. Sebaliknya, keduanya justru merasa menginterupsi hidup anak-anak mereka yang telah dewasa dan mandiri. Ini film yang amat kontemplatif, apalagi ditulis dari perspektif lansia yang sudah makan asam garamnya kehidupan.
Saat merasa hilang arah dan kehabisan ide, itu artinya kamu butuh rehat sejenak. Berhentilah melakukan kegiatan dan tarik napas dalam-dalam. Lakukan hal yang bikin rileks, salah satunya mungkin dengan nonton film. Siapa tahu perlahan inspirasi datang menghampiri.



















