"Buruan tayang gak. Asli gak sabar banget," kata netizen @hestiwiranti.
"Series-nya aja keren apalagi movie-nya. Gak sabar nonton," ujar warganet dengan akun @rif_adiputra.
"Suka banget sama series-nya, sekarang dijadiin film. Gak sabar," kata @putrieriyanti26.
Sempat Ragu, Ini Alasan Sutradara Akhirnya Pede Garap Film Zona Merah

Zona Merah, serial bertema zombi populer, akan diadaptasi menjadi film layar lebar dengan cerita baru dan sudah mulai diumumkan jajaran pemainnya.
Sutradara Fajar Martha Santosa dan Sidharta Tata merasa percaya diri menggarap film ini karena naskah yang dikembangkan punya cerita dan karakter kuat, serta dukungan penuh dari tim dan produser.
Sidharta Tata menyebut film Zona Merah siap menjadi tontonan yang luar biasa dan terobosan baru di industri sinema Indonesia.
Jakarta, IDN Times – Zona Merah sangat dikenal sebagai serial Indonesia populer yang mengangkat cerita bertema zombi. Menariknya, kisah dalam serial tersebut bakal digarap menjadi sebuah film layar lebar dengan cerita baru yang dijadwalkan akan tayang di bioskop.
Film Zona Merah disutradarai Sidharta Tata bersama Fajar Martha Santosa yang sebelumnya juga merupakan sutradara dalam versi serial. Ketika diwawancarai secara terpisah, baik Fajar maupun Tata, keduanya kompak mengatakan sangat percaya diri untuk menggarap film ini. Lantas, apa yang menjadi alasan mendasar bagi mereka membuat film Zona Merah?
1. Fajar Martha Santosa akui sempat ragu saat akan memulai rencana penggarapan film Zona Merah

Sebagai sutradara, Fajar menjelaskan, tingkat kepercayaan dirinya dan Tata cukup tinggi untuk menggarap film Zona Merah. Walau sebenarnya sempat merasa ragu di awal-awal rencana, rasa pede mereka kian meningkat setelah mencoba memetakan jalan cerita yang akan dihadirkan dalam film nanti.
"Kepedean kami cukup tinggi, meskipun awalnya ragu. Filmmaker mana sih yang gak ragu ketika memulai sebuah project? Kepedean kami meningkat setelah cerita dengan tantangan yang belum pernah kami buat sebelumnya terejawantahkan menjadi breakdown-breakdown tiap department. Dari sana masalah terpetakan. Kami makin pede," kata Fajar saat dihubungi IDN Times secara terpisah pada Rabu (1/4/2026).
2. Naskah dengan cerita dan karakter kuat menjadi alasan Sidharta Tata pede garap film Zona Merah

Senada dengan Fajar, Tata menambahkan bahwa naskah dengan cerita dan karakter yang kuat menjadi alasan mengapa pihaknya begitu percaya diri dalam membuat film Zona Merah. Terlebih lagi, ia dan Fajar juga akan bekerja sama dengan tim yang turut menggarap serial Zona Merah, sampai jajaran produser memberikan ruang kebebasan dan mendukung penuh konsep kreatif yang akan dibawa ke dalam film.
"Naskah yang kami kembangkan ini secara cerita dan karakter begitu kuat, dan semua porsi horor, action, dan chaos menjadi paket komplit, didukung dengan drama yang kuat dan sentuhan komedi beserta romance yang akan membuat semua penonton bisa menginvestasikan perasaannya kepada para karakter," ujar Tata dalam wawancara tertulis secara eksklusif.
Tata pun menjelaskan, film Zona Merah hadir karena pihaknya merasa kisah tersebut harus ditonton dalam format layar yang lebih besar. Melalui konsep dan treatment yang akan diterapkan, film ini disebut Tata dapat mewujudkan pengalaman secara sinematik yang seru, tegang, dan menyenangkan kepada penonton. Ia bahkan tak ragu menyebut Zona Merah akan menjadi tontonan yang luar biasa dan salah satu sejarah dalam dunia perfilman di tanah air.
"Film bioskop yang bertema zombie ini akan menjadi terobosan baru di industri sinema Indonesia. Sebagai pemantik untuk ragam genre lainnya, sebagai pengisi hiburan di film bioskop Indonesia," tutup sutradara kelahiran 1985 itu.
3. Kehadiran film Zona Merah disambut positif para penonton serialnya di media sosial

Digarapnya film Zona Merah juga berangkat dari kesuksesan serialnya yang telah berhasil menarik perhatian banyak pasang mata. Menurut data yang diberikan Vidio secara eksklusif pada Senin (6/4/2026), serial Zona Merah diklaim telah ditonton lebih dari 30 juta kali.
Bagi para penonton serial, kehadiran film Zona Merah disambut dengan positif. Antusiasme tersebut dapat dilihat dari kolom komentar di akun Instagram @filmzonamerah. Kebanyakan dari mereka sudah merasa tidak sabar untuk menyaksikan filmnya di bioskop mendatang.
Sementara itu, film Zona Merah baru memulai syuting hari pertamanya pada Selasa (7/4/2026) ini. Selain ada nama Aghniny Haque, Andri Mashadi, Maria Theodore, dan Devano, film ini juga dibintangi pemeran baru seperti Luna Maya, Bryan Domani, Shindy Huang, hingga Derby Romero. Terus update informasi seputar film Zona Merah hanya di IDN Times biar gak ketinggalan, ya!


















