cuplikan setelah Superman membunuh Zod dalam film Man of Steel (dok. Warner Bros. Pictures/Man of Steel)
Interpretasi Zack Snyder yang gelap dan muram tentang Superman (diperankan Henry Cavill) dalam film Man of Steel tampaknya membagi penggemar DC menjadi dua kubu. Ada penonton yang menghargai perspektif berbeda film ini tentang kisah asal usul Kryptonian. Tapi ada pula yang mengkritik kekerasan, simbolisme religius yang berlebihan, pilihan penyuntingan, dan kurangnya emosi.
Namun, ada satu adegan dari Man of Steel yang memicu perdebatan besar di antara penggemar buku komiknya. Selama babak ketiga film, Superman berhasil menyudutkan Jenderal Zod (diperankan Michael Shannon) dan mencekiknya. Zod mengancam akan membunuh keluarga yang gak bersalah, dan Superman terpaksa mematahkan lehernya. Mungkinkah Superman membunuh? Ini adalah pertanyaan yang memicu tanggapan dari berbagai penulis DC.
Penulis skenario Man of Steel, David S. Goyer, membela adegan tersebut dengan bilang bahwa versi Superman ini gak menyadari sejauh mana kekuatannya. Namun, seniman kawakan DC Comics Neal Adams, bilang di podcast Smodcast Kevin Smith bahwa hal itu gak sesuai dengan karakter Superman, karena Superman bisa saja menemukan solusi lain. Penulis Superman: Birthright, Mark Waid, juga mengungkapkan kekecewaannya, dan mengklaim bahwa Snyder telah mengkhianati semua hal penting bagi karakter Superman dengan membuatnya membunuh seseorang.