5 Film Tentang Bangsa Viking yang Paling Akurat Secara Sejarah

Film tentang Viking sering kali identik dengan prajurit bertubuh besar, helm bertanduk, dan adegan pertempuran spektakuler. Padahal, banyak gambaran tersebut sebenarnya lebih dipengaruhi oleh budaya populer daripada fakta sejarah. Tak heran jika sejumlah sejarawan kerap mengkritik bagaimana Hollywood membentuk citra bangsa Nordik yang jauh dari kenyataan.
Meski begitu, ada beberapa film yang berusaha menampilkan kehidupan bangsa Viking secara lebih autentik. Mulai dari pakaian, kepercayaan, budaya, hingga latar sejarahnya, film-film ini dibuat berdasarkan riset mendalam dan melibatkan para ahli. Jika kamu penasaran seperti apa kehidupan Viking yang lebih mendekati fakta sejarah, lima film berikut layak masuk daftar tontonan.
1. The 13th Warrior (1999)

Diadaptasi dari novel Eaters of the Dead karya Michael Crichton, The 13th Warrior mengambil inspirasi dari catatan perjalanan Ahmad ibn Fadlan, seorang penjelajah Muslim abad ke-10 yang pernah bertemu langsung dengan bangsa Viking. Meski ceritanya tetap merupakan fiksi sejarah, film ini banyak mengadopsi kebiasaan, tradisi, dan kehidupan masyarakat Viking berdasarkan dokumen bersejarah tersebut.
Sayangnya, proses produksinya dipenuhi masalah. Film ini mengalami pembengkakan anggaran, pergantian sutradara, hingga pemotongan banyak adegan penting sehingga hasil akhirnya kurang memuaskan di box office. Meski demikian, banyak penonton tetap mengapresiasi bagaimana budaya Viking digambarkan dengan cukup akurat.
2. Outlaw: The Saga of Gisli (1981)

Film Islandia ini diangkat dari Gísla saga, salah satu kisah balas dendam paling terkenal dalam sastra Nordik kuno. Ceritanya mengikuti perjalanan Gisli yang harus hidup sebagai buronan setelah membalas kematian anggota keluarganya. Meski ada beberapa penyesuaian dari naskah asli, film ini berhasil mempertahankan nuansa kelam dan keras yang memang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Viking pada masa itu.
Hal yang membuat Outlaw: The Saga of Gisli begitu istimewa adalah perhatian terhadap detail sejarah meskipun dibuat dengan anggaran terbatas. Tata kostum, lokasi, hingga kebiasaan sosial masyarakat Viking ditampilkan dengan sangat meyakinkan tanpa harus bergantung pada efek visual mahal. Hasilnya memang sederhana, tetapi justru memberikan gambaran lebih dekat dengan kenyataan.
3. When the Raven Flies (1984)

Sutradara Hrafn Gunnlaugsson sengaja membuat When the Raven Flies sebagai bentuk perlawanan terhadap stereotip Viking ala Hollywood. Ia ingin menunjukkan bahwa bangsa Viking bukanlah pahlawan romantis dengan helm bertanduk, melainkan para pendatang keras yang sebagian besar merupakan pelarian politik dari Norwegia.
Ceritanya mengikuti Gestur, seorang pria asal Irlandia yang datang ke Islandia untuk membalas dendam kepada para Viking yang membunuh keluarganya bertahun-tahun sebelumnya. Konflik antarkelompok disajikan secara brutal tanpa mencoba memuliakan salah satu pihak. Detail kostum, senjata, serta kehidupan sehari-hari masyarakat Viking membuat film ini sering dipuji.
4. Valhalla Rising (2009)

Valhalla Rising menawarkan pengalaman berbeda dari film Viking pada umumnya. Disutradarai Nicolas Winding Refn dan dibintangi Mads Mikkelsen, film ini mengisahkan seorang pejuang bermata satu yang misterius di penghujung era Viking. Ceritanya memang dibalut unsur simbolisme dan mitologi, tetapi latar sejarah mengenai penyebaran agama Kristen di wilayah Nordik disajikan berdasarkan penelitian cukup akurat.
Alih-alih dipenuhi dialog panjang, film ini lebih banyak mengandalkan visual, keheningan, dan suasana mencekam untuk membangun cerita. Refn juga menjelaskan bahwa pada masa tersebut memang banyak Viking yang mulai memeluk agama Kristen, tetapi tetap membawa cara pandang lama mereka terhadap peperangan dan kehormatan.
Berkat naskah yang ditulis bersama ahli sastra Nordik Roy Jacobsen, Valhalla Rising berhasil memadukan sejarah dan filsafat dalam sebuah film yang unik sekaligus menantang.
5. The Northman (2022)

Banyak kritikus dan sejarawan sepakat bahwa The Northman merupakan salah satu film Viking paling akurat yang pernah dibuat. Disutradarai Robert Eggers, film ini mengadaptasi legenda Amleth, kisah klasik yang juga menjadi inspirasi bagi drama Hamlet karya William Shakespeare. Meski berangkat dari legenda, Eggers berusaha menghadirkan dunia Viking dengan tingkat akurasi luar biasa melalui riset mendalam.
Selama proses produksi, Eggers mempelajari puisi Nordik kuno, naskah sejarah, hingga berkonsultasi dengan arkeolog, sejarawan Viking, dan ahli folklor Islandia. Bahasa, ritual keagamaan, desain permukiman, pakaian, hingga senjata dibuat sedekat mungkin dengan bukti sejarah yang tersedia. Hasilnya film ini memberikan gambaran autentik mengenai budaya dan kehidupan bangsa Viking.
Film bertema Viking memang sering dipenuhi mitos dan dramatisasi demi kepentingan hiburan. Jika kamu ingin mengenal kehidupan Viking dari sudut pandang yang lebih dekat dengan fakta sejarah, film mana yang paling ingin kamu tonton lebih dulu?




















