Jerrico saat konferensi pers "402 Rumah Sakit Korea" di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (6/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Jerrico kemudian membeberkan inspirasi di balik terciptanya lagu "Ritual Jelangkung." Menurutnya, melodi lagu tersebut sengaja dibuat dengan mengambil referensi dari pelafalan yang memiliki nuansa sakral, kemudian diubah agar sesuai dengan tema horor film.
"Sebenernya idenya itu dari, kalau teman-teman perhatiin nadanya itu berlafal dari kalimat 'La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah'," jelasnya.
Meski menggunakan inspirasi melodi tersebut, liriknya dibuat benar-benar berbeda dan disesuaikan dengan ritual jelangkung yang menjadi bagian penting dalam cerita.
"Cuman aku ganti (liriknya). Artinya ya sama-sama yang di Indonesia gitu. 'Di sini ada pesta kecil-kecilan, datang tak diundang, pulang tak diantar'," lanjutnya.
Menurut Jerrico, nuansa mencekam lagu itu muncul karena pola melodinya memang identik dengan suasana yang sakral. Ketika dipadukan dengan lirik tentang ritual pemanggilan arwah, hasilnya menjadi jauh lebih menyeramkan.
"Mungkin secara nada itu bener-bener sakral. Karena emang pelafalan nadanya emang buat kematian sebenernya. Cuman kita remake jadi bener-bener pemanggil setan," pungkasnya.