Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Alasan 402 Rumah Sakit Korea Pakai Soundtrack Ritual Jelangkung

Alasan 402 Rumah Sakit Korea Pakai Soundtrack Ritual Jelangkung
Konferensi pers "402 Rumah Sakit Korea" di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (6/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Intinya Sih
  • Film 402 Rumah Sakit Angker Korea garapan Anggy Umbara menghadirkan dua soundtrack utama yang memadukan unsur musik Indonesia dan Korea untuk memperkuat atmosfer horor.
  • Lagu penutup berjudul 'Ritual Jelangkung' dikomposeri Jerrico Escondore Vanditya dengan melibatkan para pemain film yang ikut merekam vokal di studio.
  • Inspirasi melodi lagu 'Ritual Jelangkung' berasal dari pelafalan bernuansa sakral yang diubah agar sesuai dengan tema ritual pemanggilan arwah, menciptakan kesan mencekam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Mengadaptasi film yang diklaim sebagai salah satu horor terseram di Asia bukanlah perkara mudah. Namun, 402 Rumah Sakit Angker Korea (2026) berhasil menjawab tantangan tersebut. Tak hanya menghadirkan ritual jelangkung sebagai bagian penting dari cerita, film garapan Anggy Umbara ini juga memperkuat atmosfer mencekam melalui musik yang dibuat khusus untuk film.

Menariknya, song director Jerrico Escondore Vanditya mengungkap bahwa soundtrack film ini menggabungkan unsur Indonesia dan Korea Selatan. Bahkan, salah satu lagunya terinspirasi dari melodi yang memiliki nuansa sakral.

1. 402 Rumah Sakit Korea gunakan dua soundtrack, salah satunya "Endless Regret"

402 Rumah Sakit Korea gunakan dua soundtrack, salah satunya Endless Regret.jpg
Jerrico saat konferensi pers "402 Rumah Sakit Korea" di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (6/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Jerrico menjelaskan bahwa 402 Rumah Sakit Angker Korea memiliki dua lagu utama yang mengiringi jalannya film. Salah satunya adalah "Endless Regret," lagu yang cukup dikenal di kalangan penikmat anime, termasuk penggemar Re:Zero.

"Soundtrack ini ada dua lagu sebenernya. Kita adaptasi, sebenernya aku bikinnya itu dari bahasa Indonesia, kita translate ke Korea," ucap Jerrico saat konferensi pers di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pendekatan musik yang digunakan sebenarnya lebih mengarah pada tren pop rock Korea dibandingkan musik anime Jepang. Jerrico menambahkan bahwa kesan "anime" muncul karena genre tersebut lebih dahulu populer lewat industri musik Jepang.

"Cuman memang lebih kental atau secara genrenya itu udah diduluin sama Jepang. Terasanya anime, cuman secara aransemen itu bukan anime. Tapi as genre itu emang pop rock sebenernya," tambahnya.

2. Libatkan para pemain untuk merekam lagu "Ritual Jelangkung"

Libatkan para pemain untuk merekam lagu Ritual Jelangkung.jpg
Jerrico saat konferensi pers "402 Rumah Sakit Korea" di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (6/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Selain "Endless Regret", film ini juga menghadirkan lagu penutup berjudul "Ritual Jelangkung" yang dikomposeri langsung oleh Jerrico. Hal menarik dari proses pembuatannya adalah keterlibatan para pemain film yang ikut masuk ke studio rekaman untuk menyanyikan lagu tersebut.

"Mengenai Jelangkung, aku di sini juga seru ya bisa ngajak semua pemain cast untuk rekaman," jelasnya.

Dengan begitu, penonton akan mendengar suara para pemeran sendiri pada lagu yang diputar saat kredit penutup film. "Jadi nanti teman-teman bisa denger versi teman-teman disini untuk rekaman juga," lanjut Jerrico.

3. Terinspirasi dari melodi sakral agar terasa lebih mencekam

Terinspirasi dari melodi sakral agar terasa lebih mencekam.jpg
Jerrico saat konferensi pers "402 Rumah Sakit Korea" di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (6/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Jerrico kemudian membeberkan inspirasi di balik terciptanya lagu "Ritual Jelangkung." Menurutnya, melodi lagu tersebut sengaja dibuat dengan mengambil referensi dari pelafalan yang memiliki nuansa sakral, kemudian diubah agar sesuai dengan tema horor film.

"Sebenernya idenya itu dari, kalau teman-teman perhatiin nadanya itu berlafal dari kalimat 'La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah'," jelasnya.

Meski menggunakan inspirasi melodi tersebut, liriknya dibuat benar-benar berbeda dan disesuaikan dengan ritual jelangkung yang menjadi bagian penting dalam cerita.

"Cuman aku ganti (liriknya). Artinya ya sama-sama yang di Indonesia gitu. 'Di sini ada pesta kecil-kecilan, datang tak diundang, pulang tak diantar'," lanjutnya.

Menurut Jerrico, nuansa mencekam lagu itu muncul karena pola melodinya memang identik dengan suasana yang sakral. Ketika dipadukan dengan lirik tentang ritual pemanggilan arwah, hasilnya menjadi jauh lebih menyeramkan.

"Mungkin secara nada itu bener-bener sakral. Karena emang pelafalan nadanya emang buat kematian sebenernya. Cuman kita remake jadi bener-bener pemanggil setan," pungkasnya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria

Related Articles

See More