Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Syuting 360 Derajat dengan 28 Kamera

Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Syuting 360 Derajat dengan 28 Kamera
press conference film 402 Rumah Sakit Angker Korea di MD Palace, Selasa (19/5/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya Sih
  • Film horor 402 Rumah Sakit Angker Korea disutradarai Anggy Umbara dan diadaptasi resmi dari Gonjiam: Haunted Asylum, dengan konsep syuting 360 derajat untuk pengalaman menonton lebih imersif.
  • Sebelum syuting, tim produksi melakukan riset dan uji coba teknologi selama berbulan-bulan demi menemukan sistem kamera terbaik, bahkan proses trial and error masih terjadi hingga hari pertama pengambilan gambar.
  • Setiap aktor mengenakan beberapa kamera dan transmitter panas di tubuhnya, sementara sutradara harus memantau dari jauh karena sistem 360 derajat membuat kru tak bisa berada dekat area syuting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Bioskop Indonesia bakal kedatangan film horor terbaru berjudul 402 Rumah Sakit Angker Korea. Disutradarai oleh Anggy Umbara dengan naskah yang ditulis Lele Laila, film ini tercatat sebagai adaptasi resmi dari film horor Korea Gonjiam: Haunted Asylum.

Demi menciptakan pengalaman menonton yang lebih imersif dan menegangkan, tim produksi mengungkap bahwa mereka menggunakan sistem syuting 360 derajat, dengan total 28 kamera aktif selama proses pengambilan gambar. Bahkan, sebelum menentukan pemain, tim produksi lebih dulu disibukkan dengan berbagai uji coba teknologi untuk mendukung konsep syuting tersebut.

Table of Content

1. Sebelum cari pemain, tim produksi lebih dulu lakukan uji coba teknologi

1. Sebelum cari pemain, tim produksi lebih dulu lakukan uji coba teknologi

Para pemain dan kru film 402 Rumah Sakit Angker Korea berpose bersama poster film saat konferensi pers di MD Palace, Jakarta.
press conference film 402 Rumah Sakit Angker Korea di MD Palace, Selasa (19/5/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam press conference yang berlangsung di MD Palace, Jakarta, Selasa (19/5/2026), Indah Destriana, Associate Producer 402 Rumah Sakit Angker Korea mengungkapkan bahwa tantangan terbesar film ini datang dari sisi teknis. Menurutnya, sebelum memulai proses syuting, tim produksi harus melakukan riset panjang sekitar tiga atau empat bulan untuk menemukan sistem kamera yang tepat demi mendukung konsep point of view dan pengambilan gambar 360 derajat.

“Mungkin film-film biasa yang dicari pertama adalah pemain. Kalau kita, kita simulasi teknis dulu. Teknisnya tuh berat sekali. Jadi mungkin tiga atau empat bulan kita riset, kita cari tahu, gimana caranya ada rigging di badan pemain,” kata Indah pada Selasa (19/5/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa proses trial and error, bahkan masih berlangsung hingga hari pertama syuting.

2. Tubuh aktor dipenuhi kamera dan alat transmitter

Para pemain dan kru film 402 Rumah Sakit Angker Korea duduk bersama saat konferensi pers di MD Palace pada Selasa, 19 Mei 2026.
press conference film 402 Rumah Sakit Angker Korea di MD Palace, Selasa (19/5/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Anggy Umbara menambahkan bahwa film ini total menggunakan 28 kamera, dengan setiap pemain bahkan bisa membawa lebih dari dua kamera dalam satu adegan.

“Kita pakai 28 kamera, jadi setiap orang pakai di dadanya ada dua, GoPro ke mukanya dan ke depan. Itu yang udah harus. Dan setiap orang lagi, ini kayak Elang (Elang El Gibran) megang satu kamera gede lagi. Terus dia megang senter juga gitu, jadi satu orang tuh minimum pegang tiga kamera,” tambah sang sutradara.

Menurut Indah, karena harus mengenakan berbagai perangkat kamera dan alat pendukung selama syuting berlangsung, proses pengambilan gambar pun terasa lebih menantang secara fisik bagi para pemain karena panas dari perangkat transmitter yang terus aktif di tubuh pemain.

“Mungkin Kori (Saputra Kori) ngerasain di badannya panas. Karena banyak alat di belakang badan pemain. Bukan karena ketempelan, tapi karena kepanasan alat, kan di badan mereka ditempeli transmitter,” lanjutnya.

3. Sutradara harus monitoring dari jauh

Para pemain dan kru film 402 Rumah Sakit Angker Korea berpose bersama saat konferensi pers di MD Palace pada Selasa, 19 Mei 2026.
press conference film 402 Rumah Sakit Angker Korea di MD Palace, Selasa (19/5/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Karena menggunakan pengambilan gambar 360 derajat, tim produksi pun tidak diperbolehkan berada di dekat set agar tidak ikut tertangkap kamera. Bahkan, Anggy Umbara harus memantau proses syuting dari jarak jauh.

“Itu harus jauh, karena mereka muternya kan 360 derajat,” ungkap Anggy.

Hal ini ternyata sempat membuat para pemain merasa seperti sendirian di set. Indah menegaskan, kondisi tersebut bukan karena kru benar-benar meninggalkan lokasi, melainkan karena keterbatasan ruang gerak akibat sistem kamera yang digunakan. Dengan banyaknya GoPro dan konsep point of view 360 derajat, kru tidak bisa berada dekat area syuting.

“Mungkin Arbani Yasiz pada saat press conference sebelumnya bilang bahwa mereka tuh kayak sendirian di set. Bukan karena sendirian doang sebenarnya. Tapi karena kita gak boleh dekat-dekat set. Anggy itu monitornya jauh sekali dari set karena point of view tadi.”

Tayang di bioskop mulai 9 Juli 2026, 402 Rumah Sakit Angker Korea mengikuti kisah sekelompok kreator konten yang tergabung dalam tim Para Pencari Hantu. Demi mengejar target 3 juta penonton, mereka nekat melakukan siaran langsung di sebuah rumah sakit terbengkalai yang dikenal angker di Korea Selatan. Namun, penelusuran tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka terjebak teror mengerikan di ruangan 402.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria

Latest in Hype

See More