402 Rumah Sakit Angker Korea Syuting di Korea, Gimana Perizinannya?

Jakarta, IDN Times - MD Pictures menghadirkan gebrakan baru lewat film 402 Rumah Sakit Angker Korea. Meski diadaptasi dari film horor populer Korea Gonjiam: Haunted Asylum (2018), film ini tidak serta-merta menghadirkan rumah sakit Indonesia sebagai latarnya.
Walau tetap dibalut dengan nuansa lokal, tim produksi justru memutuskan untuk melakukan proses syuting di Korea Selatan. Dalam press conference yang berlangsung di MD Palace, Selasa (19/5/2026), tim produksi pun blak-blakan membahas mengenai perizinan syuting di lokasi. Menariknya, Associate Producer menyebut bahwa proses perizinan tidak hanya berjalan lancar, tetapi mereka juga mendapat dukungan dari pemerintah Korea Selatan.
1. Lele Laila ungkap kenapa film 402 Rumah Sakit Angker Korea memutuskan untuk mengambil latar di Korea, bukan Indonesia

Dalam press conference yang berlangsung sekitar satu jam, Lele Laila, penulis naskah film 402 Rumah Sakit Angker Korea, menjelaskan bahwa pada awalnya, mereka sempat mempertimbangkan rumah sakit di Indonesia sebagai latar. Namun, pendekatan tersebut dirasa terlalu umum untuk film horor dengan konsep penelusuran.
Oleh sebab itu, mereka pun memutuskan untuk tetap mempertahankan karakter dan struktur cerita seperti dalam Gonjiam, tetapi memindahkan lokasi eksplorasi ke rumah sakit angker di Korea Selatan agar nuansanya menjadi lebih kuat dan berbeda dari versi lokal.
“Kita kemudian membentuk karakter-karakter sama seperti di Gonjiam, tapi habis itu penelusurannya di rumah sakit angker di Korea,” kata Lele Laila pada Selasa (19/5/2026).
Lele melanjutkan, mereka sempat membahas soal kemungkinan untuk menggunakan lokasi asli Gonjiam. Namun, karena sudah diratakan dengan tanah, mereka pun mencari alternatif rumah sakit lain yang masih memiliki atmosfer serupa untuk dieksplorasi.
Nah, setelah melakukan pencarian lebih lanjut, akhirnya mereka menemukan lokasi yang kemudian dikembangkan menjadi Yongwon Hospital dalam cerita film.
2. Tegaskan perizinan syuting di Korea mudah dan didukung pemerintah setempat

Sementara itu, Indah Destriana, Associate Producer 402 Rumah Sakit Angker Korea menegaskan bahwa proses perizinan syuting di Korea berjalan dengan sangat lancar. Menurutnya, Korea Selatan sudah sangat terbiasa dengan aktivitas produksi film dan drama, sehingga sistem perizinan di sana lebih mudah diakses oleh tim produksi asing.
“Kebetulan kan kalau Korea, mereka banyak drama Korea, gitu-gitu. Mereka sudah terbiasa lah sama syuting. Jadi kalau masalah perizinan semuanya mudah sih,” ungkap Indah.
Indah menambahkan, mereka juga mendapat dukungan dari pemerintah setempat, mengingat hubungan kerja sama yang baik antara kedua belah pihak.
“Dari pemerintah sana banyak bantu kita juga karena hubungan kita sangat baik sama pemerintah Korea juga. Jadi semua perizinan cepat dan gampang tidak ada masalah.”
3. Gandeng dukun asli Korea jadi pemain

Tak hanya melakukan syuting di Korea, Anggy Umbara selaku sutradara 402 Rumah Sakit Angker Korea juga mengungkapkan bahwa tim produksi melibatkan shaman atau dukun asli Korea sebagai pemain.
Ia menjelaskan bahwa ia dan timnya sempat menemui beberapa shaman di Korea hingga akhirnya menemukan shaman yang benar-benar bersedia terlibat dalam proses syuting, demi memperkuat nuansa mistis serta keaslian atmosfer dalam film tersebut.
“Kebetulan, yang ikut syuting itu, shaman-nya, shaman beneran. Jadi ada beberapa yang kayak orang pinter yang dihormati as spiritual. Kita ada beberapa yang didatengin. Habis itu yang mau beneran syuting, yang ini,” kata Anggy.
Dibintangi oleh Arbani Yasiz, Lea Ciarachel, dan Elang El Gibran, film 402 Rumah Sakit Angker Korea menceritakan tentang sekelompok kreator konten horor yang nekat melakukan siaran langsung di rumah sakit terbengkalai di Korea demi mengejar 3 juta penonton. Ambisi tersebut pun berubah menjadi mencekam setelah mereka terjebak dalam teror ruangan 402. Tayang di bioskop mulai 9 Juli 2026.



![[QUIZ] Tebak Karakter di Masha and The Bear Hanya dari Hidungnya Saja, Yakin Tahu Semua?](https://image.idntimes.com/post/20260512/upload_0c9a7a91f3257fe47362c8e81ac4463f_6f1d382f-6952-49d3-a744-44d107cb9e6e.jpg)












