Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
⁠Alasan Film Operasi Pesta Pora Ganti Judul Jadi Operasi Pesta Copet
tim produksi di perilisan teaser poster Operasi Pesta Copet (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Jakarta, IDN Times - Mulanya dikenal sebagai Operasi Pesta Pora, proyek film terbaru dari rumah produksi Imajinari secara resmi berganti judul menjadi Operasi Pesta Copet. Perubahan ini pun langsung memancing rasa penasaran publik, mengingat film ini sejak awal sangat lekat dengan latar tempat salah satu festival musik terbesar di Indonesia tersebut.

Ernest Prakasa selaku produser akhirnya buka suara mengenai alasan di balik keputusan menimpa judul tersebut di tengah jalan menuju tanggal perilisannya. Simak alasan lengkapnya di bawah ini!

1. Ernest Praksa ungkap alasan mengubah judul Operasi Pesta Pora menjadi Operasi Pesta Copet

teaser poster Operasi Pesta Copet (dok. Imajinari/Operasi Pesta Copet)

Keputusan mengubah judul ini diambil setelah tim produksi menyerap berbagai masukan dan respons. Ernest sebagai produser merasa identitas film ini akan lebih kuat jika kata 'copet' langsung termuat di judul. Dengan begitu, orang yang mendengarnya bisa langsung menangkap gambaran besar mengenai konflik yang dihadapi oleh empat karakter utamanya di tengah keramaian konser.

“Kesimpulannya yang paling simpel itu kan gimana caranya judul itu orang ketika dengar judul sudah sedikit lebih paham, apa sih film ini? Tentang apa sih? Memang film ini tentang ada konser betul, tapi yang lebih fundamental dari si konser itu adalah soal copet. Ada empat orang copet. Jadi kita merasa kayaknya kata copet sayang banget kalau tidak ada di judul gitu sih," ujar Ernest dalam pertemuan media pada Jumat (19/6/2026).

2. Ernest Prakasa bantah pergantian judul diakibatkan kontroversi yang ada

Ernest Prakasa di perilisan teaser poster Operasi Pesta Copet (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Pergantian judul ini lalu dikaitkan dengan isu-isu sensitif yang sempat menjadi kontroversi di Pestapora 2025. Namun, Ernest dengan tegas membantah hal tersebut dan menegaskan bahwa tim produksi memang mengganti judul karena konteks 'copet' yang ada di film. Ia pun tidak memusingkan komentar-komentar yang bersifat asumtif soal pergantian judul ini.

“Jadi kita ngegantinya bukan karena itu. Jadi ya jujur apa adanya memang seperti itu sih. Walaupun ya ada yang bilang 'Ini gara-gara kemarin ada isu ini-itu, makanya diganti judul.' Tapi gak sih sebenarnya. Toh anyway in your face banget di film ini ya Pesta Pora gitu, gak mungkin kita ganti tiba-tiba jadi konser lain," jelas Ernest.

3. Ernest Prakasa dan Edy Khemod sempat takut Ucup marah

Edy Khemod di perilisan teaser poster Operasi Pesta Copet (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Edy Khemod yang debut sebagai sutradara lewat film ini menceritkan sempat deg-degan saat harus melaporkan ide pergantian judul kepada Kiki Ucup, penggagas festival musik Pestapora. Ernest Prakasa pun turut khawatir ketika ingin meminta izin untuk menimpa kata 'Pora' dengan 'Copet'.

"Iya pas pertama kali punya ide ini, sih kita, 'Wah harus ngomong sama Ucup nih. Jangan-jangan Ucup ngamuk kali ya kalau bener-bener ditimpa gitu,'" ujar Ernest.

Selaras dengan Ernest, Khemod menambahkan, "Pas gue punya ide ditimpa, kan menurut gue lucu ya gitu. Maksudnya jujur lucu gitu menarik. Tapi takut Ucup ngamuk, Ucup marah. Eh ternyata gak, biasa aja. (Reaksi Ucup) 'Oh idenya keren.' Udah gitu doang," katanya.

Film Operasi Pesta Copet mengambil festival Pestapora sebagai latar utama ceritanya. Kisahnya berfokus pada empat pencopet muda yang berencana melancarkan aksi di tengah kemeriahan festival musik lokal. Film garapan Khemod ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 27 Agustus 2026.

Editorial Team

Related Article