Angelina Jolie Soroti Google Earth Gaza 2022 vs 2026: Kini Rata dengan Tanah

Angelina Jolie mengunggah perbandingan citra Google Earth Gaza 2022, 2023, dan kondisi terkini, yang memperlihatkan kawasan permukiman serta infrastruktur rusak atau hancur.
Ia mengutip analisis PBB per 16 Juni 2026: 82 persen bangunan Gaza rusak, dua pertiganya hancur, sementara 1,98 juta orang membutuhkan bantuan hunian dan kebutuhan pokok.
Jolie menyoroti pembatasan distribusi bantuan, mendesak pasokan medis dan dukungan rekonstruksi bagi warga sipil, serta melanjutkan aktivitas kemanusiaan setelah mundur dari UNHCR.
Take a Deeper Reads

Angelina Jolie memberikan dukungan kepada Palestina lewat unggahan terbaru di Instagram pribadinya. Pada Minggu (4/10/2026), ia membagikan potret perbandingan kondisi Gaza dari beberapa tahun silam dengan masa kini. Selain foto kolase, aktris Hollywood tersebut juga menulis caption panjang berisi refleksi tentang tragedi yang menimpa kota tersebut.
Dukungan yang dinyatakan secara terang-terangan ini menuai pujian dari netizen. Apalagi, aktris kelahiran 1975 tersebut turut menyampaikan perhatiannya kepada para korban perang di Gaza. Baca pernyataan lengkap Angelina Jolie di artikel berikut!
1. Angelina Jolie unggah foto Google Earth yang menampilkan Gaza

unggahan Angelina Jolie (instagram.com/angelinajolie) Lewat unggahan di Instagram resminya, Angelina Jolie membagikan kolase foto Gaza pada tahun 2022 dan 2023 yang dibandingkan dengan kondisi terkini di Google Earth. Kawasan pemukiman terpantau telah rata dengan tanah. Rumah, sekolah, universitas, rumah sakit, jalan, sistem air bersih dan sanitasi, serta infrastruktur yang diandalkan masyarakat untuk bertahan hidup telah rusak atau hancur.
"Analisis citra satelit PBB menemukan bahwa, per 16 Juni 2026, sebanyak 82 persen bangunan di Gaza telah mengalami kerusakan. Sekitar dua pertiga dari bangunan yang rusak tersebut dinilai telah hancur. Menjelang musim dingin, sebanyak 1,98 juta orang atau 94 persen dari populasi Gaza membutuhkan bantuan tempat tinggal dan barang-barang kebutuhan pokok," tulis Angelina Jolie.
2. Angelina Jolie soroti bantuan yang seharusnya segera datang untuk masyarakat sipil di sana

unggahan Angelina Jolie (instagram.com/angelinajolie) Selain menggambarkan betapa hancurnya kondisi Gaza kini, Angelina Jolie juga menyoroti bantuan yang sulit didistribusikan. Ia menegaskan, penyaluran bantuan dan material untuk tempat tinggal masih menghadapi pembatasan dan keterlambatan. Sang aktris pun memberikan penekanan bahwa bantuan logistik seharusnya bisa menjangkau masyarakat secepat mungkin, mengingat musim dingin yang akan segera tiba.
"Google Earth memperlihatkan kehancuran fisik tersebut dengan sangat jelas. Namun, yang tidak bisa ditampilkan adalah bagaimana rasanya hidup di tengah kehancuran itu, apa yang terjadi pada keluarga-keluarga yang tewas, dan seperti apa kehidupan mereka yang berhasil bertahan hidup," tulis Angelina.
Ia melanjutkan, "Bantuan kemanusiaan harus dapat menjangkau warga sipil dalam skala yang sesuai dengan kebutuhan. Rumah sakit membutuhkan pasokan medis. Kondisi yang memungkinkan warga sipil membangun kembali rumah, sekolah, rumah sakit, dan komunitas mereka juga harus diwujudkan. Kehancurannya terlihat. Kebutuhannya sudah diketahui. Yang terpenting sekarang adalah apakah kebutuhan tersebut benar-benar dipenuhi."
3. Angelina Jolie dikenal aktif menyuarakan kemanusiaan

Angelina Jolie aktif dukung Palestina (photo by AFP) Angelina Jolie dikenal aktif sebagai pendukung utama hak-hak Palestina serta isu kemanusiaan global. Ia pun pernah menjabat sebagai Utusan Khusus UNHCR (Badan Pengungsi PBB) yang membantu para pengungsi serta korban konflik di berbagai belahan dunia dari 2012, tetapi memutuskan mundur pada 2022. Keputusan ini ia ambil karena ingin bekerja secara independen dan terlibat langsung dengan organisasi lokal. Walau sudah mundur, unggahan di akun Instagram resminya tetap dipadati oleh aktivitas kemanusiaannya.
Selain lewat unggahan di media sosial, Angelina juga pernah mendatangi langsung sisi Mesir dari perbatasan Rafah pada Januari 2026. Ia bertemu relawan Palang Merah serta sopir truk bantuan yang tertahan dan menjenguk warga Palestina yang dievakuasi untuk perawatan medis.























