Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Angkat Kasus KDRT, Sutradara Beautiful Pain Puji para Single Mom
Dmaz Brodjonegoro setelah special screening film "Beautiful Pain" di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Jumat malam (9/10/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Jakarta, IDN Times - Ada luka yang tidak selalu terlihat setelah sebuah rumah tangga berakhir. Bagi sebagian perempuan, meninggalkan hubungan yang penuh kekerasan bukan berarti perjuangan selesai. Mereka masih harus membesarkan anak, mencari nafkah, menghadapi stigma, hingga mengumpulkan keberanian untuk kembali menjalani hidup.

Kisah tersebut menjadi napas utama Beautiful Pain, film drama produksi Dapur Film milik Hanung Bramantyo bersama produser Nikita Mirzani. Mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), film ini menyoroti perjuangan seorang perempuan untuk keluar dari hubungan toksik dan membangun kembali kehidupannya bersama anak-anak.

1. Dmaz Brodjonegoro berharap Beautiful Pain tidak membuka luka lama

Dmaz Brodjonegoro setelah special screening film "Beautiful Pain" di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Jumat malam (9/10/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Sutradara Dmaz Brodjonegoro menyadari bahwa cerita Beautiful Pain mungkin dapat mengingatkan sebagian penonton pada pengalaman menyakitkan di masa lampau. Karena itu, ia berharap film tersebut tidak hanya menjadi pemicu luka lama, melainkan juga pengingat untuk lebih peka terhadap persoalan KDRT.

"Thank you banget semuanya, memang film ini mungkin semoga bukan menjadi trigger untuk luka lama ya, tapi sebagai pengingat kita semua supaya kita bisa lebih aware lagi, lebih sensitive lagi dengan hal-hal yang tadi udah ada di film," ucap Dmaz setelah special screening di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Jumat malam (9/10/2026).

Momen itu disorot dengan baik dalam film. Sejak teaser trailer dirilis, kita sudah bisa melihat perjuangan Niken (Raihaanun) yang memilih melarikan diri bersama anak-anaknya demi menyembuhkan trauma dan memulai hidup baru dari titik nol. Perjalanan Niken menjadi gambaran bahwa keputusan meninggalkan toxic relationship bukanlah akhir dari masalah. Justru setelahnya, ada kehidupan baru yang harus dibangun.

2. Dmaz Brodjonegoro puji perjuangan para single mother

Dmaz Brodjonegoro setelah special screening film "Beautiful Pain" di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Jumat malam (9/10/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Dari kisah Niken, Dmaz juga memberikan apresiasi kepada para ibu tunggal yang harus berjuang membesarkan anak-anak mereka seorang diri. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan Dmaz kepada para ibu tunggal yang menjadi salah satu inspirasi dalam pembuatan Beautiful Pain.

"Terutama untuk ibu-ibu single mom yang berjuang sendirian, gue salut banget. Aku salut banget, kalian tuh keren banget," ujarnya.

Dmaz pun menyampaikan, perempuan yang menjadi ibu tunggal harus menghadapi tantangan besar ketika berusaha memastikan anak-anaknya tetap mendapatkan kehidupan yang layak. Menurutnya, perjuangan tersebut bukan sesuatu yang mudah, apalagi ketika perempuan masih berhadapan dengan lingkungan yang sarat dengan perspektif patriarki.

"Karena enggak akan mudah seorang perempuan itu berjuang untuk anak-anaknya, terutama di dunia patriarki," tutur Dmaz dengan suara bergetar.

3. Beautiful Pain mengisahkan apa?

Final poster Beautiful Pain (dok. Dapur Film/Beautiful Pain)

Beautiful Pain mengisahkan Niken (Raihaanun), seorang ibu tunggal yang berusaha bangkit setelah mengalami KDRT dari mantan suaminya, Dirga (Baim Wong). Setelah perceraian, Niken mencoba mencari nafkah secara mandiri sekaligus mempertahankan hak asuh kedua anaknya. Namun, perjuangannya tidak berhenti setelah meninggalkan sang mantan suami.

Niken harus menghadapi pelecehan seksual dan fitnah dari lingkungan sekitar. Ia juga berhadapan dengan sikap apatis serta stigma penghakiman atau victim blaming yang kerap dialami korban kekerasan. Alih-alih kembali bungkam, Niken memilih untuk bersuara. Ia berusaha mempertahankan kehormatan dirinya sekaligus memperjuangkan masa depan kedua anaknya.

Tema tersebut juga tergambar dalam final poster Beautiful Pain. Visual patung yang retak dan serpihan-serpihannya yang beterbangan menjadi metafora untuk kerapuhan batin, luka tak kasatmata, serta kehidupan seorang perempuan yang runtuh akibat hubungan toksik. Raihaanun melihat retakan tersebut sebagai gambaran perjalanan Niken untuk menemukan kembali keberaniannya.

"Patung yang retak pada final poster ini menggambarkan bagaimana jiwa seorang perempuan bisa remuk. Tapi tatapan Niken dari balik retakan itu adalah bukti bahwa luka tidak boleh mematikan kita," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (8/10/2026).

Dmaz Brodjonegoro pun menyebut visual tersebut merangkum tema besar yang ingin disampaikan melalui film. Ia berharap penonton dapat merasakan kekuatan Niken dan memahami perjalanan panjangnya dalam menghadapi luka, stigma, serta perjuangan sebagai seorang ibu tunggal. Beautiful Pain dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article