Alasan Hanung Bramantyo Angkat Kisah Nikita Mirzani di Beautiful Pain

Hanung Bramantyo memproduseri Beautiful Pain karena ingin menghadirkan film keluarga yang mengangkat persoalan perempuan, dengan terinspirasi dari momen awal rumah tangga Nikita Mirzani.
Sutradara Dmaz Brodjonegoro menegaskan film ini bukan sepenuhnya kisah Nikita Mirzani karena telah dikembangkan dengan berbagai cerita perempuan lain.
Beautiful Pain dijadwalkan tayang 22 Oktober 2026 setelah produksi lama rampung; Hanung menilai saat ini tepat, sementara Nikita berharap filmnya menginspirasi perempuan yang berjuang.
Jakarta, IDN Times – Bertindak sebagai produser, Hanung Bramantyo menggandeng artis Nikita Mirzani menggarap film Indonesia berjudul Beautiful Pain. Menariknya, film yang menjadi debut penyutradaraan panjang Dmaz Brodjonegoro ini terinspirasi dari kisah yang dialami Niki.
Jelang sebulan penayangan di bioskop, rumah produksi Dapur Film telah merilis trailer resmi film yang dibintangi Raihaanun dan Baim Wong tersebut. Di sisi lain, Hanung ternyata memiliki alasan tersendiri yang membuatnya tergerak mengangkat kisah Nikita ke dalam bentuk film.
1. Hanung menilai kisah Nikita punya momen menarik yang bisa diangkat jadi film

Hanung Bramantyo hadir lewat video dalam press conference official poster Beautiful Pain di Jakarta, Kamis (17/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi) Sineas 50 tahun itu mengaku menerima project film Beautiful Pain karena satu alasan yang jelas, yaitu ingin menghadirkan film keluarga yang mengangkat persoalan yang benar-benar dihadapi perempuan. Menurut Hanung, kisah hidup Nikita memiliki sejumlah momen menarik yang dapat diterjemahkan menjadi film.
"Ada banyak momen dalam hidup Nikita yang buat saya sangat unik ketika diceritakan ke medium film. Namun, saya memilih momen saat awal Nikita menjalani rumah tangganya, yaitu saat bagaimana seorang gadis yang masih lugu dipersunting oleh laki-laki mapan, namun harus menghadapi sebuah karakter atau tabiat suaminya yang menyukai kehidupan malam," ucapnya dalam video yang diputarkan saat press conference official poster Beautiful Pain di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Hanung pun melakukan riset secara mendalam terkait cerita yang ingin diangkat pada film ini. Hasilnya, ia pun menemukan ada perempuan lain yang juga terjebak dalam kehidupan rumah tangga penuh kemewahan, tetapi memiliki suami yang berperilaku tidak baik.
2. Dmaz tegaskan Beautiful Pain bukan sepenuhnya kisah Nikita Mirzani

Potret Dmaz Brodjonegoro saat dijumpai usai sesi doorstop film Beautiful Pain di Jakarta, Kamis (17/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi) Walaupun kisahnya terinspirasi dari Nikita Mirzani, sutradara Dmaz Brodjonegoro menegaskan, film Beautiful Pain tidak sepenuhnya mengangkat kisah nyata sang artis. Kata Dmaz, cerita tersebut telah melalui proses pengembangan dengan memadukan berbagai pengalaman yang dialami perempuan lainnya di luar sana.
"Cerita ini memang awalnya digagas oleh Nikita Mirzani. Dia bercerita tentang kisahnya dia kepada Mas Hanung Bramantyo. Ketika aku masuk, Mas Hanung akhirnya membebaskan aku untuk mengolah lagi cerita tersebut. Dari skrip yang sudah ada, aku dan Mas Hanung ikut menulis skenarionya juga, dan ceritanya pun berkembang. Jadi bukan based on true story, tapi inspired by true event," tegas Dmaz.
Dengan pengembangan cerita yang terjadi dalam naskah, Dmaz pun menyebut kalau cerita Beautiful Pain sudah bercampur dengan berbagai kepingan peristiwa dari banyak perempuan yang mereka kenal. Hal tersebut mencakup kehidupan setelah perceraian sampai pengalaman menghadapi trauma.
"Kalau dibilang seberapa banyak fakta dan fiktifnya, ini sebenarnya sudah ngebawur sama cerita aslinya. Jadi, misalnya cerita Nikita Mirzani di awal pernikahannya, itu dibawurin sama peristiwa-peristiwa lain sebenarnya. Kalau misalnya dibilang ini 100 persen true event, itu sebenarnya gak juga," tambahnya.
3. Hanung Bramantyo merasa sekarang waktu yang tepat rilis Beautiful Pain

Official poster film Beautiful Pain (dok. Dapur Film/Beautiful Pain) Film Beautiful Pain memang baru akan rilis pada 22 Oktober 2026 mendatang, tetapi sebenarnya proses produksi sudah lama rampung. Hanung memilih tak langsung merilis karena merasa film ini membutuhkan penonton yang siap untuk menerima cerita yang disuguhkan di dalamnya. Bagi Hanung, sekarang merupakan saat yang tepat untuk merilis film Beautiful Pain.
"Ini adalah buat saya waktu yang sangat tepat untuk Dmaz mengeluarkan idealismenya, mengeluarkan film Beautiful Pain yang sudah digadang-gadang akan menjadi film debut dia," ucap Hanung.
Sementara itu, Nikita Mirzani menilai bahwa Beautiful Pain bukan sekadar film biasa baginya. Dalam video yang diputarkan, ia berharap film ini dapat memberikan inspirasi bagi banyak perempuan yang sedang berjuang.
"Film ini bukan hanya sekadar film untuk saya. Film ini penuh arti dan makna buat saya. Sedih sekali rasanya karena saya tidak bisa ada di tengah-tengah kalian saat ini, tapi saya selalu berharap semoga film ini bisa menginspirasi banyak wanita di luar sana. Untuk para perempuan yang sedang berjuang, untuk dirinya, dan anak-anaknya yang tersayang," katanya.
Selain menjadi inspirasi cerita, film Beautiful Pain juga menjadi debut Nikita Mirzani sebagai Executive Producer. Ia tidak dapat hadir secara langsung dalam press conference karena saat ini sedang menjalani masa tahanan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, terkait perkara yang dilaporkan Reza Gladys.





















