Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Hal tentang Anime The Ramparts of Ice, Slow Burn tapi Bikin Nagih!
The Ramparts of Ice (dok. Studio KAI/The Ramparts of Ice)
  • The Ramparts of Ice mengusung romansa slow burn melalui hubungan rumit Koyuki-Minato dan Yota-Miki, dengan perkembangan perasaan serta kesalahpahaman yang dibangun bertahap.

  • Musim pertama masih menyisakan misteri masa lalu dan keputusan para tokoh, sementara Momoka Kuriki disorot sebagai sumber konflik baru bagi hubungan Koyuki dan Minato.

  • Berlatar SMA, anime ini memadukan drama remaja yang relatable, komedi ringan, serta adaptasi visual, sinematografi, dan OST yang dinilai positif; musim kedua tayang 1 Oktober 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berbeda dari kebanyakan anime romance remaja lain, The Ramparts of Ice (Koori no Jouheki) tidak mengandalkan pengakuan cinta yang cepat maupun konflik besar di setiap episodenya. Anime ini memilih membangun hubungan para tokohnya secara perlahan atau dikenal dengan istilah slow burn romance. Pendekatan tersebut justru membuat banyak penonton larut mengikuti perjalanan setiap karakter hingga sulit berhenti menonton.

Setelah musim keduanya diumumkan akan tayang pada 1 Oktober 2026, antusiasme para penggemar pun semakin meningkat. Hal tersebut menunjukkan bahwa alur yang berkembang secara perlahan tidak membuat anime ini terasa membosankan. Justru, hubungan para tokoh yang dibangun sedikit demi sedikit menjadi alasan mengapa anime ini begitu dinantikan musim keduanya. Berikut lima hal yang membuat The Ramparts of Ice menjadi salah satu anime slow burn yang bikin nagih.

1. Investasi hubungan antar dua pasangan utama

The Ramparts of Ice (dok. Studio KAI/The Ramparts of Ice)

Hubungan Koyuki Hikawa dengan Minato Amamiya berkembang secara perlahan sejak awal cerita. Setelah Koyuki akhirnya menyadari perasaannya kepada Minato, justru Minato salah paham dan mengira dirinya hanya dianggap sebagai teman. Ia bahkan percaya bahwa Koyuki sebenarnya menyukai sahabatnya sendiri, Yota Hino.

Di sisi lain, Yota yang mengetahui perasaan Koyuki pada Minato, memilih untuk tetap diam. Hubungan Yota dan Miki Azumi pun berkembang ke arah yang tidak kalah rumit setelah pengakuan perasaan Yota ditolak oleh Miki di akhir musim pertama anime ini. Investasi hubungan kedua pasangan utama yang dibangun secara bertahap membuat penonton merasa ikut terlibat dalam perjalanan mereka dan terus menantikan perkembangan berikutnya.

2. Misteri latar belakang para tokoh yang membuat penasaran

The Ramparts of Ice (dok. Studio KAI/The Ramparts of Ice)

Meski beberapa konflik pada musim pertama sudah mulai menemukan penyelesaiannya, The Ramparts of Ice masih menyisakan banyak misteri mengenai kehidupan para tokohnya. Penonton masih dibuat bertanya-tanya bagaimana Koyuki benar-benar mampu bangkit dari pengalaman bullying yang pernah dialaminya. Selain itu, alasan Minato yang selalu berganti-ganti pacar dan keputusan Miki menolak perasaan Yota juga belum sepenuhnya terungkap.

Berbagai misteri tersebut membuat cerita terasa belum benar-benar selesai. Penonton tidak hanya dibuat penasaran dengan kelanjutan hubungan para tokohnya, tetapi juga ingin mengetahui alasan di balik setiap keputusan yang mereka ambil. Pendekatan inilah yang membuat The Ramparts of Ice tetap terasa menarik meski mengusung konsep slow burn romance.

3. Kisah yang sangat relate dengan anak muda berbalut unsur komedi yang segar

The Ramparts of Ice (dok. Studio KAI/The Ramparts of Ice)

Sebagai anime dengan latar kehidupan siswa di SMA, The Ramparts of Ice berhasil menggambarkan berbagai kegelisahan remaja dengan cukup realistis. Perasaan yang tumbuh perlahan, rasa canggung saat berinteraksi, hingga kesalahpahaman kecil terasa dekat dengan pengalaman banyak orang. Hal tersebut membuat penonton lebih mudah memahami keputusan yang diambil setiap karakter.

Di tengah konflik emosional yang cukup berat, anime ini tetap menghadirkan komedi yang ringan dan menghibur. Interaksi sehari-hari antartokohnya membuat suasana cerita terasa hangat sekaligus menyenangkan. Perpaduan drama dan humor yang seimbang membuat alurnya tetap nyaman diikuti meski berjalan perlahan.

4. Hadirnya villain utama yang membuat konflik semakin memanas

The Ramparts of Ice (dok. Studio KAI/The Ramparts of Ice)

Salah satu tantangan anime slow burn adalah menjaga agar cerita tetap menarik meski perkembangan hubungan berlangsung lambat. The Ramparts of Ice berhasil mengatasinya dengan menghadirkan konflik baru secara bertahap tanpa menghilangkan fokus utamanya. Setiap masalah yang muncul selalu memberi pengaruh terhadap perkembangan hubungan maupun karakter para tokohnya.

Menjelang musim kedua, trailer anime ini juga mulai memperlihatkan konflik yang lebih dalam. Momoka Kuriki yang sudah hadir sejak musim pertama diperkirakan akan menjadi sosok yang akan mengganggu hubungan Koyuki dan Minato. Kehadiran konflik baru tersebut membuat penonton semakin penasaran dengan arah cerita berikutnya. Ini yang membuat The Ramparts of Ice tetap terasa nagih meski mengusung konsep slow burn romance dalam alurnya.

5. Kualitas versi animenya memiliki daya tarik tersendiri

The Ramparts of Ice (dok. Studio KAI/The Ramparts of Ice)

Tidak jarang penggemar suatu manga yang merasa kecewa saat manga favorit mereka diadaptasi menjadi anime. Namun, banyak penggemar manga The Ramparts of Ice menyatakan puas dengan produksi anime ini. Mulai dari kualitas gambar yang lebih tajam, sinematografi yang mengagumkan, serta OST yang memukau. Seluruhnya mendapat penilaian positif dari para penggemar.

Bagi penonton baru, adaptasi anime ini juga terbilang sukses karena para penggemar mulai tertarik untuk membaca manga-nya bahkan sebelum penayangan musim keduanya dimulai. Tidak tanggung-tanggung, musim kedua juga langsung diumumkan tidak lama setelah musim pertamanya berakhir. Jadi, penggemar tidak perlu terlalu menunggu lama untuk mengetahui kelanjutan kisah para tokohnya.

The Ramparts of Ice membuktikan bahwa romansa tidak selalu harus berkembang dengan cepat agar terasa menarik. Hubungan yang dibangun secara perlahan, perkembangan karakter yang konsisten, serta konflik yang realistis justru menjadi kekuatan utama anime ini. Tidak heran jika banyak penonton menganggap The Ramparts of Ice sebagai salah satu anime slow burn romance yang paling dinantikan musim keduanya yang akan tayang pada 1 Oktober 2026. Bagikan artikel ini kepada temanmu yang suka anime dengan cerita slow burn romance, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article