5 Karakter Anime yang Bisa Berteman dengan Semua Orang

- Mereka menerima orang lain tanpa melihat latar belakang atau asal-usul.
- Empati membuat mereka memilih memahami, bukan menghakimi.
- Persahabatan dan kemanusiaan selalu diutamakan, bahkan terhadap musuh.
Tak hanya di dunia nyata, semesta anime juga memiliki banyak konflik yang disebabkan oleh perbedaan. Tidak sedikit karakter anime yang kerap mendapatkan diskriminasi hanya karena mereka berbeda. Entah karena perbedaan ras atau sekadar karena latar belakang, anime kadang menggambarkan bagaimana manusia membenci orang yang berbeda.
Di samping itu, ada juga beberapa karakter dengan pikiran yang cukup terbuka untuk menerima perbedaan. Karakter-karakter ini bisa menerima siapa saja, tanpa peduli latar belakang ataupun ras mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk berteman dengan siapa saja.
Nah, pada kesempatan kali ini, penulis sudah merangkum sederet karakter anime yang bisa berteman dengan semua orang. Siapa saja karakternya? Simak ulasan berikut!
1. Gon Freecss (Hunter x Hunter)

Gon Freecss memang dikenal sebagai karakter yang sangat polos. Namun, kepolosan Gon justru menjadi hal yang membuatnya bisa menerima semua orang. Gon terlalu polos untuk mengerti kenapa orang harus membenci mereka yang berbeda.
Jika ada yang memang cocok dengannya, Gon akan berteman dengan mereka, tanpa peduli seperti apa latar belakang mereka. Hal ini dibuktikan melalui persahabatannya dengan Killua Zoldyck. Meski tahu bahwa Killua berasal dari keluarga pembunuh bayaran paling berbahaya, Gon tetap dengan tulus menerima Killua.
2. Monkey D Luffy (One Piece)

Monkey D Luffy memiliki pandangan yang berbeda tentang orang-orang yang tidak sama. Bagi Luffy, perbedaan hanyalah keunikan yang dimiliki oleh masing-masing individu. Alih-alih membenci, Luffy justru melihat perbedaan sebagai sesuatu yang menarik.
Terbukti, Luffy selalu berusaha untuk merekrut orang-orang yang berbeda. Ketika semua orang takut pada Brook, Luffy justru tertarik pada Brook karena unik. Luffy juga bisa menerima Jinbe, tanpa peduli jika Jinbe adalah manusia ikan.
Luffy juga tidak pernah menilai orang dari latar belakang. Kita semua tahu bahwa Nico Robin memiliki citra yang buruk karena fitnah Pemerintah Dunia. Meski begitu, Luffy tetap menerima Robin hanya karena Luffy merasa bahwa dirinya cocok dengan Robin.
3. Naruto Uzumaki (Naruto)

Naruto Uzumaki tumbuh sebagai anak yang dikucilkan karena berbeda. Meski kerap mendapatkan diskriminasi, hal tersebut tidak pernah membuat Naruto membenci masyarakat. Menjadi korban diskriminasi justru membuat Naruto sadar bahwa semua orang layak diterima.
Hal ini juga menjadi alasan kenapa Naruto selalu berusaha untuk menyelamatkan musuhnya. Alih-alih langsung menghakimi, Naruto seringkali berusaha untuk mengerti penderitaan musuhnya. Sebagai anak yang sering disalahpahami, Naruto tahu bagaimana rasanya dibenci karena menjadi orang yang berbeda.
4. Tanjiro Kamado (Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba)

Tanjiro Kamado merupakan salah satu karakter anime dengan empati yang sangat tinggi. Tanjiro tidak pernah menghakimi orang berdasarkan latar belakang mereka. Lebih hebatnya lagi, Tanjiro bahkan tetap menghormati iblis, meski mereka sudah kehilangan sisi kemanusiaan.
Tanjiro memang tidak bisa membenarkan kejahatan. Namun, Tanjiro merasa bahwa semua makhluk hidup layak diperlakukan dengan setara. Terbukti, Tanjiro selalu berdoa untuk memberikan penghormatan terakhir pada iblis yang sudah ia bunuh.
5. Izuku Midoriya (My Hero Academia)

Izuku Midoriya atau Deku merupakan salah satu contoh karakter yang tulus. Deku tipe karakter yang tetap akan menerima semua orang sekalipun orang tersebut pernah menyakitinya. Hal ini dibuktikan dengan Deku yang tetap mau berteman dengan Katsuki Bakugo meski kerap merundungnya.
Sebagai orang yang bercita-cita menjadi Simbol Perdamaian, Deku selalu berusaha untuk menyelamatkan semua orang, tanpa peduli siapa mereka. Ketika Bakugo diserang oleh Sludge Villain, Deku tetap mencoba menyelamatkan Bakugo. Deku melakukan hal tersebut meski Bakugo sudah melakukan banyak hal buruk padanya.
Menariknya, hal ini juga berlaku pada penjahat yang ia lawan. Dalam pertarungannya melawan Tomura Shigaraki, Deku tidak menganggap Shigaraki sebagai penjahat yang harus dihancurkan. Sebaliknya, Deku justru melihat Shigaraki sebagai seseorang yang harus diselamatkan. Itu alasannya, Deku lebih memilih untuk menyelamatkan, alih-alih membunuh Shigaraki.
Kelima karakter anime di atas tidak hanya memiliki hati yang besar, tetapi mereka juga memiliki pikiran yang terbuka. Mereka tidak pernah menilai orang dari latar belakang sehingga memungkinkan mereka untuk berteman dengan siapa saja. Jadi, bagaimana menurutmu tentang kelima karakter anime di atas?


















