Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Benar Gelar Guinness World Records Bisa Dibeli?
kolase foto Pandawara Group dan Jot (Instagram.com/pandawaragroup | Instagram.com/tierison)
  • Pernyataan YouTuber Bigmo bahwa gelar Guinness World Records bisa dibeli memicu perdebatan di media sosial, terutama setelah Pandawara Group dan AAA Clan meraih beberapa rekor dunia.

  • Pandawara Group dan Reza Arap menanggapi tuduhan tersebut lewat sindiran balik

  • Guinness World Records menjelaskan bahwa gelar tidak bisa dibeli; layanan berbayar hanya untuk mempercepat verifikasi, tanpa jaminan keberhasilan atau pengaruh terhadap hasil penilaian rekor.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pandawara Group dan beberapa anggota AAA Clan belum lama ini berhasil meraih gelar dunia Guinness World Records. Namun, pencapaian mereka jadi sorotan setelah YouTuber Bigmo melontarkan pernyataan yang memicu reaksi keras netizen.

Dalam siaran langsung di kanal YouTube-nya, Bigmo menyebut bahwa penghargaan Guinness World Records bisa dibeli. Walau tak terang-terangan menyebut nama-nama pemenang asal Indonesia, pernyataannya tersebut pun langsung memicu perdebatan di media sosial. Lantas, benarkah gelar Guinness World Records bisa dibeli?

1. YouTuber Bigmo sebut gelar Guinness World Records bisa dibeli

potret Bigmo (Instagram.com/bigmoskyy)

YouTuber Bigmo kembali menjadi sorotan. Kali ini, pernyataannya terkait Guinness World Record menuai reaksi keras dan perdebatan di media sosial. Dalam siaran langsung di kanal YouTube-nya, ia menyebut bahwa gelar dunia tersebut bisa dibeli.

“Fun fact, Guinness World Records bisa dibeli. Oke, gua cuma ngomong gitu ya doang, fun fact,” kata Bigmo dalam siaran langsung di kanal YouTube-nya.

Pernyataan Bigmo itu langsung viral di media sosial. Sejumlah netizen berasumsi ucapannya merupakan sindiran terhadap pencapaian Guinness World Records yang baru diraih oleh Pandawara Group dan AAA Clan. Belum lama ini, Pandawara Group memang berhasil meraih dua rekor Guinness World Records, yakni sebagai pegiat lingkungan dengan jumlah pengikut TikTok terbanyak di dunia serta rekor melepas tutup dan label lima botol plastik tercepat.

Sementara itu, beberapa anggota AAA Clan lewat program Marapthon Season 3: The Last Tale juga berhasil mencatatkan dua gelar dunia Guinness World Records. Rekor pertama diraih Aloy dan Garry Ang dalam kategori jumlah sticky notes terbanyak yang ditempel di tubuh dalam waktu 30 detik. Sedangkan rekor kedua diraih Tierison alias Jot lewat kategori siaran pesta ulang tahun di YouTube dengan jumlah penonton terbanyak secara bersamaan.

2. Reza Arap dan Pandawara Group bereaksi

potret Pandawara Group (Instagram.com/pandawaragroup)

Setelah pernyataan Bigmo viral, Pandawara Group dan Reza Arap sebagai penggagas Marapthon dan anggota AAA Clan langsung bereaksi.

Tanpa menyebut nama pihak tertentu, Pandawara Group melalui postingan di Instagram menuliskan, “Baru BELI piagam Guinness World Record (izin, cuma 5 bocah kampung yang karena izinnya (Allah) akhirnya memecahkan rekor Dunia).”

Selain itu, Pandawara Group juga menekankan agar tidak mengotori pencapaian orang lain dengan tuduhan bahwa penghargaan dunia tersebut bisa dibeli. Mereka mengajak publik untuk tetap menyebarkan energi positif, terus berkarya, dan bertumbuh tanpa membuat masalah, serta berusaha memberi manfaat bagi orang sekitar.

“Simpel nya, kalo memang bisa dibeli, kenapa ga beli?,” tulis Pandawara.

Di sisi lain, postingan Pandawara Group terkait pencapaian terbaru mereka tersebut pun turut dikomentari oleh Reza Arap dan beberapa anggota AAA Clan.

“Beli ya bang? Congrats btw pandawara!,” tulis Reza Arap. Sementara Bravy menuliskan komentar sarkas, “Beli brp duit bang? Pengin beli juga dongs.. love you pandawara.”

3. Sebenarnya, apakah benar gelar Guinness World Records bisa dibeli?

potret Jot (Instagram.com/tierison)

Pernyataan Bigmo soal Guinness World Records ini telah memicu kontroversi. Lantas, benarkah Guinness World Records bisa didapat dengan hanya dibeli? Berdasarkan penjelasan resmi Guinness World Records, jawabannya adalah tidak. Setiap rekor harus melalui proses verifikasi dan memenuhi standar tertentu sebelum disahkan secara resmi.

Meski begitu, Guinness memang menyediakan sejumlah layanan berbayar, seperti Priority Application untuk mempercepat proses peninjauan aplikasi serta layanan adjudicator atau juri resmi yang dapat dihadirkan langsung ke lokasi percobaan rekor. Namun, pembayaran layanan tersebut tidak menjamin seseorang otomatis mendapatkan gelar Guinness World Records, lho! Jika percobaan rekor tidak memenuhi syarat atau bukti yang diberikan dianggap tidak valid, aplikasi tetap bisa ditolak.

Jadi sederhananya, layanan berbayar Guinness lebih ditujukan untuk proses administrasi dan verifikasi, bukan untuk membeli kemenangan atau gelar rekor dunia itu sendiri.

Dalam situs resminya, Guinness World Records juga menegaskan bahwa mereka tidak membayar pemecah rekor maupun memberikan sponsor untuk percobaan rekor demi menjaga independensi mereka sebagai lembaga pencatat rekor dunia.

Editorial Team