Suaraga Fest 2026: Ruang Bertemunya Musik, Wellness, dan Budaya di Solo

Suaraga Fest 2026 di Taman Balekambang, Solo, sukses menghadirkan perpaduan musik, wellness, dan budaya Jawa.
Selama dua hari, festival menampilkan sesi yoga, pengalaman Atsiri Jawa, pertunjukan gamelan dan wayang, serta konser dari Barasuara hingga Maliq & D’Essentials.
Acara ini melibatkan pelaku kreatif lokal dan UMKM, mendapat apresiasi atas fasilitas ramah pengunjung serta diharapkan menjadi agenda tahunan.
Suaraga Fest 2026 sukses digelar selama dua hari pada 4—5 Juli 2026 di Taman Balekambang, Solo. Suaraga Fest 2026 adalah festival yang menggabungkan wellness, musik, budaya, kreativitas, hingga gaya hidup modern dalam satu rangkaian acara yang mengusung semangat Suara dan Raga.
Suaraga Fest 2026 hadir sebagai langkah untuk memperkenalkan Solo sebagai The Wellness City of Java, kota yang menawarkan keseimbangan hidup lewat kekayaan budaya dan tradisi lokal yang tetap relevan dengan gaya hidup masa kini.
Table of Content
1. Keseruan hari pertama Suaraga Fest 2026
Di hari pertama Suaraga Fest 2026, pengunjung memulai hari dengan berbagai sesi yoga, mulai dari Sound Healing dan Yin Yoga bersama Debbie & Deece hingga yoga dengan iringan gamelan yang dipandu Amanda Tasning. Menjelang siang, Anjasmara dan Ify Alyssa melanjutkan rangkaian lewat Classic Yoga Session yang memadukan gerakan yoga dengan sentuhan budaya Jawa.
Selain kelas yoga, banyak pengunjung juga mencoba Atsiri Jawa, program premium wellness experience yang mencuri perhatian. Di sini, peserta mengikuti berbagai aktivitas yang terinspirasi dari tradisi Jawa, seperti Beksan Laku Jawi, Laras Wening, dan Racik Candra Raksi, yang memadukan olah gerak, meditasi, hingga aromaterapi tradisional dalam satu pengalaman.
Memasuki sore hari, panggung musik mulai dipadati penonton yang menikmati penampilan The Flyover, Nadhif Basalamah, Man Osman & Traffic Jam, Silampukau, Sore Ze Band, hingga Barasuara. Suasana festival semakin terasa lewat pertunjukan gamelan dan Wayang Orang Solo yang melengkapi pengalaman para pengunjung.
2. Serba-serbi hari kedua Suaraga Fest 2026
Keseruan Suaraga Fest berlanjut pada Minggu (05/07/2026). Sejak pagi, banyak pengunjung sudah lebih dulu menggelar matras untuk mengikuti sesi Ruang Rasa Yoga bersama Sazou Gautama dan Mat Pilates yang dipandu Tari dari Sana Studio. Di tengah rindangnya Taman Balekambang, suasananya terasa tenang dan jauh dari hiruk pikuk festival musik pada umumnya.
Anjasmara juga kembali memandu sesi yoga yang menggabungkan gerakan modern dengan sentuhan tradisi. Sementara itu, area Atsiri Jawa masih menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi lewat pengalaman seperti Beksan Laku Jawi, Laras Wening, dan Racik Candra Raksi. Tersedia pula area workshop berisi Tarot dan Primbon Reading yang menawarkan pengalaman refleksi diri dalam suasana yang lebih intim.
Penampilan Maliq & D'Essentials menjadi salah satu momen yang paling dinantikan di hari kedua Suaraga Fest. Band yang tahun ini merayakan 20 tahun berkarya itu sukses membuat area depan panggung dipenuhi penonton yang ikut bernyanyi dari awal hingga akhir. Suasana hangat dan penuh nostalgia pun terasa sepanjang penampilan mereka, sejalan dengan konsep festival yang memadukan musik, budaya, dan kebersamaan.
Fanny Soegi juga hadir membawakan deretan lagu dengan karakter vokalnya yang khas dan berhasil menciptakan suasana yang lebih intim. Selain itu, panggung Suaraga Stage bergantian diisi oleh Orkes Latar Jembar, ALI, FSTVLST, dan UCUPOP yang menghadirkan warna musik berbeda. Pergantian penampil tersebut membuat energi festival tetap terjaga hingga Suaraga Fest 2026 resmi ditutup.
Di tengah ramainya pertunjukan di panggung utama, Cultural Stage menawarkan suasana yang lebih tenang lewat alunan gamelan yang mengiringi festival sejak sore hingga malam. Pengunjung juga disuguhkan pertunjukan wayang kulit yang dibawakan dalang berpengalaman, menghadirkan kisah-kisah klasik yang dipadukan dengan iringan gamelan.
Kehadiran dua pertunjukan budaya ini menjadi pelengkap Suaraga Fest 2026, menghadirkan keseimbangan antara energi musik modern dengan kekayaan tradisi Jawa yang tetap hidup hingga kini.
3. Bawa dampak positif bagi ekosistem kreatif di Solo
Suaraga Fest 2026 berhasil menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari anak muda, komunitas lokal, hingga wisatawan yang ingin menikmati ruang publik dengan nuansa baru yang menggabungkan hiburan, budaya, dan wellness.
Yang menarik, festival musik ini juga melibatkan banyak pelaku industri kreatif di Solo, mulai dari UMKM, komunitas kreatif, seniman, pengrajin, hingga pelaku kuliner. Riandika Winandatama selaku Chief Executive Officer Boss Creator berharap Suaraga Fest dapat menjadi ruang kolaborasi yang membawa dampak positif bagi ekosistem kreatif di Kota Bengawan.
Hal senada disampaikan Laksamana Satrio AP, Co-Founder & Chief Business Officer Vindes. Menurutnya, Suaraga Fest bukan hanya sekadar festival musik Indonesia, tetapi juga ruang yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, COO MADHAUS, Suherman Soemardi, mengatakan kolaborasi dalam festival ini menghadirkan pengalaman yang menyatukan musik, wellness, budaya, dan komunitas. Beragam aktivitas seperti Mlaku Santai hingga Pit-Pitan pun dirancang agar terasa dekat dengan keseharian masyarakat Solo sekaligus menarik bagi generasi muda.
Wali Kota Solo, Respati Achmad Ardianto, juga menilai Suaraga Fest menjadi salah satu langkah untuk memperkuat identitas Solo sebagai kota dengan akar budaya wellness yang kuat.
4. Banjir apresiasi dari para pengunjung

Tak hanya deretan penampil yang mencuri perhatian, pengalaman selama berada di area festival juga mendapat banyak apresiasi dari para pengunjung. Salah satu hal yang paling banyak disorot adalah kebijakan bebas asap rokok di area utama festival. Pengunjung tetap bisa merokok di area khusus yang telah disediakan, sehingga suasana menonton konser terasa lebih nyaman bagi semua orang.
Fasilitas yang tersedia pun dinilai cukup lengkap dan terawat. Mulai dari toilet yang bersih, portable toilet, musala, smoking area, hingga layanan shuttle yang memudahkan mobilitas pengunjung selama festival berlangsung.
Sejalan dengan konsep wellness yang diusung, Suaraga Fest juga menghadirkan beragam pilihan kuliner, termasuk jajanan viral khas Solo yang bisa dinikmati pengunjung di sela-sela menikmati rangkaian acara.
Suaraga Fest 2026 sukses menarik total 4.736 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan. Festival ini didominasi oleh anak muda yang datang dari berbagai kota di Indonesia untuk menikmati perpaduan musik, wellness, dan budaya yang ditawarkan.
Melihat antusiasme tersebut, penyelenggara berharap Suaraga Fest dapat menjadi agenda tahunan. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menghadirkan pengalaman baru bagi para pengunjung, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Solo.
FAQ seputar Suaraga Fest 2026
| Apa itu Suaraga Fest 2026? | Suaraga Fest 2026 adalah festival yang menggabungkan musik, wellness, budaya, komunitas, seni, dan gaya hidup dalam satu rangkaian acara yang diselenggarakan di Taman Balekambang, Solo pada 4–5 Juli 2026. |
| Kapan Suaraga Fest 2026 diselenggarakan? | Suaraga Fest 2026 berlangsung selama dua hari, yaitu pada 4 dan 5 Juli 2026. |
| Di mana lokasi Suaraga Fest 2026? | Festival diselenggarakan di Taman Balekambang, Kota Solo, Jawa Tengah. |
| Apa saja kegiatan di Suaraga Fest 2026? | Pengunjung dapat menikmati konser musik, yoga, sound healing, pilates, workshop budaya, aromaterapi tradisional, pertunjukan wayang kulit, gamelan, area kuliner, hingga berbagai aktivitas komunitas. |




















