Comscore Tracker

[REVIEW] My Hero Academia: Heroes Rising—Misi Penyelamatan Pulau Nabu

Akhirnya, kelas 1-A bekerja sebagai pahlawan sungguhan!

My Hero Academia: Heroes Rising adalah film kedua dari seri karya Kohei Horikoshi yang dirilis di Jepang pada Desember 2019 lalu. Film ini merupakan lanjutan dari seri My Hero Academia musim keempat, tepatnya setelah karakter Hawks diperkenalkan dan Endeavour terpilih menjadi pahlawan nomor satu.

Akhir-akhir ini, My Hero Academia sedang menjadi perbincangan hangat karena seri ini baru saja merilis film ketiganya yang berjudul My Hero Academia: World Heroes' Mission. Meskipun film ini sudah dirilis di Jepang, sayangnya masih belum diketahui kapan film ini akan tersedia di Indonesia.

Nah, sambil menunggu perilisan My Hero Academia: World Heroes' Mission, berikut ini adalah ulasan dari film keduanya, My Hero Academia: Heroes Rising. Penasaran seperti apa keseruan filmnya, kan? Yuk, simak ulasan berikut.

1. Kelas 1-A dikirim ke Pulau Nabu untuk bekerja sebagai pahlawan sungguhan

[REVIEW] My Hero Academia: Heroes Rising—Misi Penyelamatan Pulau NabuAizawa menjelaskan misi kelas 1-A di Pulau Nabu. (dok. Netflix/My Hero Academia: Heroes Rising)

Setelah pertarungan sengit antara All Might dan All For One yang terjadi di Kamino, All Might terpaksa harus pensiun karena dirinya sudah benar-benar kehilangan kekuatannya. Dengan pensiunnya sang Simbol Perdamaian, aktivitas Liga Penjahat kini semakin meningkat.

Dalam rangka untuk melatih para pahlawan mudah, kelas 1-A SMA Yuei dikirim ke Pulau Nabu untuk bekerja sebagai pahlawan sungguhan. Para pahlawan di pulau tersebut sudah memasuki masa pensiunnya. Oleh karena itu, kelas 1-A dikirim untuk menjadi pahlawan sementara di pulau tersebut sebelum Asosiasi Pahlawan mengirim pahlawan yang baru.

Karena merupakan pulau yang kecil dan terpencil, Pulau Nabu tampak damai dan tidak ada kejahatan. Namun, murid-murid kelas 1-A tidak menyadari bahwa ada penjahat mengerikan yang sedang mengintai pulau tersebut.

Dikonfirmasi langsung oleh Horikoshi, film My Hero Academia: Heroes Rising ini merupakan kanon dari seri animenya. Ditambah, film ini juga diawasi oleh Horikoshi sendiri sehingga cerita film terasa sangat khas dengan gaya My Hero Academia dan berkaitan dengan seri animenya.

Tidak ada perbedaan yang signifikan antara cerita film dan animenya, terutama mengingat film ini dibuka dengan adegan kejar-kejaran antara pahlawan dengan Liga Penjahat. Selain itu, terdapat adegan saat Endeavour beradu api dengan Dabi di awal film. Hal ini membuat film semakin terasa berkaitan dengan seri animenya mengingat Endeavour tengah menjadi sorotan setelah dirinya diangkat menjadi pahlawan nomor satu di akhir musim keempat.

2. Munculnya penjahat seperti All For One

[REVIEW] My Hero Academia: Heroes Rising—Misi Penyelamatan Pulau NabuNine (dok. Netflix/My Hero Academia)

Penjahat misterius bernama Nine muncul sebagai antagonis utama dalam film ini. Hal yang membuat Nine sangat mengerikan adalah dirinya memiliki kekuatan yang mirip dengan All For One. Hal ini tentunya akan sangat menyulitkan kelas 1-A. Masih ingat, kan, All Might sendiri harus mengorbankan semua kekuatannya untuk mengalahkan All For One?

Nine mungkin bisa saja dikalahkan oleh kekuatan gabungan antara Deku dan Bakugo. All Might sendiri mengatakan bahwa Deku dan Bakugo akan tidak terkalahkan jika keduanya bersatu. Namun, Deku dan Bakugo sulit untuk bekerja sama karena keduanya masih memiliki permasalahan yang belum terselesaikan. Dapatkah Deku dan Bakugo melupakan perselisihan mereka untuk mengalahkan Nine?

Sebenarnya, Deku dan Bakugo adalah pasangan yang sempurna. Sayangnya, keduanya masih kesulitan dalam menyelesaikan perselisihan mereka yang sudah ada sejak mereka kecil. Meskipun Deku sudah memaafkan Bakugo, Bakugo masih terlalu angkuh untuk memperbaiki hubungannya dengan Deku.

Namun, tenang saja, akan ada plot twist besar yang disajikan oleh film ini. Plot twist ini akan menjadi momen paling epik dan tidak terlupakan dalam sejarah My Hero Academia. Penasaran apa yang akan terjadi terhadap Deku dan Bakugo? Maka dari itu, jangan lupa nonton filmnya, ya!

Baca Juga: [REVIEW] Attack on Titan: The Final Season—Terungkapnya Sejarah Titan

3. Animasi dibuat lebih baik dari seri animenya

[REVIEW] My Hero Academia: Heroes Rising—Misi Penyelamatan Pulau NabuBakugo menyerang Nine. (dok. Netflix/My Hero Academia: Heroes Rising)

Dalam dunia anime, adalah hal yang wajar jika film memiliki animasi yang lebih baik dari seri animenya. Selain harus dibuat dengan sungguh-sungguh karena akan ditampilkan di layar lebar, film juga memiliki lebih banyak waktu pengerjaan, berbeda dengan seri yang terbatas oleh jadwal tayang.

Meskipun begitu, baik film maupun seri animenya, visual yang disajikan oleh studio Bones memang tidak pernah mengecewakan. Kebanyakan anime yang diproduksi oleh studio Bones selalu memiliki animasi yang memukau, terutama pada film-film animenya.

Tidak ada perbedaan antara film dan seri animenya dalam hal desain dan penggambaran dunia. Film ini juga menyajikan visual yang colorful serta adegan pertarungan yang disajikan dengan grafis yang memanjakan mata. Itu sebabnya film ini berhasil menciptakan banyak momen epik.

4. Film diisi oleh soundtrack lagu rock yang sangat khas dengan gaya My Hero Academia

https://www.youtube.com/embed/xQS6sE5K0pY

Untuk bagian musik, band rock bernama sumika mengisi soundtrack film ini dengan lagu keras mereka yang berjudul "Higher Ground". Sangat tidak mengherankan mengapa film ini diisi oleh lagu rock mengingat kebanyakan seri My Hero Academia selalu diisi oleh lagu-lagu rock yang membangkitkan semangat.

Lagu "Higher Ground" bisa dibilang sangat menyesuaikan dengan konsep shounen yang dimiliki oleh My Hero Academia. Selain itu, judul "Higher Ground" juga sangat menggambarkan moto Yuei, yaitu "Lampaui batasmu, PLUS ULTRA!".

5. Film dipenuhi dengan pertarungan yang intens dan keseruan terjadi di keseluruhan film

[REVIEW] My Hero Academia: Heroes Rising—Misi Penyelamatan Pulau NabuNine mencoba untuk mencuri One For All. (dok. Netflix/My Hero Academia: Heroes Rising)

Seperti yang sudah disebutkan di atas, film My Hero Academia: Heroes Rising memiliki alur cerita yang sangat khas dengan gaya seri anime My Hero Academia. Selain diawasi langsung oleh Horikoshi, film ini juga disutradarai oleh sutradara yang juga menggarap seri animenya, Kenji Nagasaki.

Kenji sangat mengetahui apa yang disukai penggemar dari My Hero Academia sehingga dirinya berhasil menciptakan film yang seru dan tidak membosankan. Tempo yang dimainkan oleh film ini juga sangat seimbang dan tidak bertele-tele. Hingga sekarang, banyak judul film anime action yang cukup membosankan sebelum film mencapai klimaks. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi My Hero Academia: Heroes Rising.

Film mulai menjadi intens ketika sudah mencapai durasi sekitar 30 menit. Dari pertengahan hingga akhir, film ini tak henti menyajikan adegan pertarungan yang menegangkan sehingga penonton dijamin tidak akan bisa lepas dari kursinya.

Nah, jadi, itulah ulasan tentang film My Hero Academia: Heroes Rising. Untuk film yang satu ini, penulis memberikan skor 5/5 karena film ini memang tidak mengecewakan. Nah, untuk kamu yang tertarik dengan film yang satu ini, My Hero Academia: Heroes Rising sudah dapat kamu saksikan di platform Netflix. Jangan lupa nonton, ya!

Baca Juga: [REVIEW] Demon Slayer: Mugen Train—Tayang Hari Ini di Netflix!

https://www.youtube.com/embed/7CqkdPHqyek

Arya Nenggala Photo Verified Writer Arya Nenggala

生きて

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya